Buntut 8 Kasus Baru Covid-19 dari Sekolah Polisi, Permukiman Sekitar SPN Disemprot Disinfektan

Sukarelawan PMI menyemprotkan disinfektan di Dusun Nogosari, Bantul a di sekitar Kawasan SPN Selopamioro, Sabtu (13/6/2020). - Istimewa
13 Juni 2020 20:27 WIB Abdul Hamied Razak Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Palang Merah Indonesia (PMI) DIY menyemprotkan disinfektan di permukiman warga Dusun Nogosari, kawasan terdekat Sekolah Polisi Negara (SPN) Selopamioro, Bantul, Sabtu (13/6/2020), sehari setelah Satgas Covid-19 DIY mengumumkan penambahan sepuluh kasus positif Covid-19.

Delapan dari sepuluh pasien yang diumumkan Jumat kemarin berasal dari penelusuran (tracing) massal di SPN.

“Saya bersama sukarelawan PMI Bantul langsung menyemprotkan disinfektan di Dusun Nogosari, lokasi terdekat SPN. Kami bagikan buku paket perilaku hidup bersih dan sehat sekaligus edukasi serta pendampingan kepada masyarakat tentang Covid-19,” kata Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo, melalui rilis yang diterima Harian Jogja.

Gusti Prabu mengatakan penyemprotan tersebut untuk menenangkan sekaligus mengedukasi warga agar lebih peduli pada diri sendiri dan lingkungan dalam mencegah penyebaran virus Covid-19. PMI sudah berkoordinasi dengan Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN) Selopamioro Polda DIY agar Polda DIY menyemprotkan disinfektan di SPN.

"Untuk hunian warga di sekitar SPN, PMI yang menyemprot disinfektan. Karena ini wilayah Bantul, saya minta sukarelawan dari PMI Kabupaten Bantul untuk membantu. Kami mengerahkan dua belas sukarelawan," kata Gusti Prabu.

PMI DIY sejak Maret sudah menyemprotkan disinfektan di 1.786 titik.

Pejabat Sementara Kepala Desa Selopamioro mengatakan SPN juga sudah melakukan koordinasi dengan masyarakat sekitar untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. "Saya rasa penyemprotan disinfektan efektif untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 selain disiplin mematuhi protokol kesehatan," katanya.