Tak Hanya Andong, Becak di Malioboro Juga Terapkan Protokol Kesehatan

nSejumlah pengemudi becak meminta sumbangan dana untuk kehidupan sehari-hari mereka di simpang empat Blok O, Banguntapan, Bantul, Rabu (17/06/2020). Para pengemudi becak yang biasa mangkal di Malioboro ini kina bertahan hidup dari belas kasihan. - Harian Jogja/Desi Suryanto
18 Juni 2020 21:47 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 juga dilakukan tukang becak kayuh Malioboro.

Pengurus Paguyuban Becak Kayuh Malioboro, Jiyono mengatakan sebagain besar pengemudi becak telah menggunakan masker, face shield, dan memasang sekat pembatas antara supir becak dan penumpang.

"Sekat pembatas antara tukang becak dan penumpang sebenarnya sudah banyak dipasang tukang becak," kata Jiyono, Kamis (18/6/2020).

Ia menegaskan biaya operasional penerapan protokol Covid-19 ini merupakan biaya mandiri dari para pengemudi becak kayuh. Dia menambahkan, untuk pengadaan masker, face shield, dan sekat pembatas untuk becak kayuh paling banter menghabiskan biaya sekitar Rp25.000 - Rp30.000 per becaknya.

Baca juga: Penelitian: Paru-Paru Ditemukan Kelainan, OTG Corona Bukan Berarti Bebas Infeksi

Jiyono mengatakan jumlah pengemudi becak yang beroperasi saat ini masih sedikit, paling lebih dari 10 becak saja. "Banyak yang enggak berangkat, mungkin karena masih takut [Covid-19]," ujarnya.

Dikatakan Jiyono, kondisi penumpang saat ini pun masih sepi. "Kamu sarankan kepada teman-teman [tukang becak] permintaan dari Pemerintah kita dukung, untuk menunjang wisatawan itu bisa senang di Malioboro," ujarnya.