Gunungkidul Masuki Pancaroba, Angin Kencang Mulai Mengancam
Gunungkidul memasuki masa pancaroba. BPBD mengingatkan potensi angin kencang dan melanjutkan penyaluran bantuan air bersih hingga Desember.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul memastikan seluruh siswa tetap bisa melanjutkan sekolah. Hal ini tidak lepas dari jumlah kuota yang lebih banyak ketimbang jumlah kelulusan siswa.
Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid, mengatakan jajarannya sudah menyiapkan regulasi untuk penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2020-2021. Secara umum, penerimaan tidak berbeda jauh dengan tahun lalu karena mengacu pada sistem zonasi. Di dalam penerimaan siswa baru ini seluruh siswa tetap bisa melanjutkan sekolah, karena kapasitas daya tampung sekolah lebih banyak ketimbang jumlah lulusan siswa.
Sebagai gambaran, kata Bahron, untuk tingkat SD ada kuota 16.000 kursi, tetapi untuk lulusan Taman Kanak-kanak (TK) di Gunungkidul hanya 8.600 anak. Hal yang sama juga terjadi di tingkat SMP. Dari kuota sebanyak 12.600 kursi untuk siswa baru, jumlah lulusan SD tercatat hanya 9.701 anak. “Jadi kuotanya lebih banyak dari lulusan sehingga setiap anak tetap bisa melanjutkan sekolah,” kata Bahron kepada wartawan, Kamis (18/6/2020).
Dia menjelaskan untuk PPDB SD rencananya dilaksanakan mulai 22-24 Juni, sedangkan PPDB SMP dilaksanakan mulai 29 Juni hingga 1 Juli mendatang. Sesuai dengan petunjuk dari Pemerintah Pusat, kuota terbesar masih untuk sistem zonasi sebanyak 50% dari kursi yang diterima, sedangkan sisanya, sebanyak 15% penerimaan untuk jalur siswa miskin atau avirmasi, 30% siswa berprestasi dan 5% untuk jalur perpindahan orang tua. “Sudah ada formulasi kuota dan ini dituangkan dalam peraturan bupati,” katanya.
Meski PPDB tingkat SD belum dimulai, untuk sekolah swasta diperbolehkan menerima siswa baru lebih awal. Salah seorang warga Dusun Plumbungan, Kalurahan Putat, Kapanewon Patuk, Susi Andriana, mengaku sudah mendaftarkan anak perempuannya di salah satu pondok pesantren di Patuk. Ia mengatakan proses mendaftarkan dilakukan secara secara online. Proses pendaftaran dilakukan melalui laman sekolah. Selanjutnya pihak sekolah menghubungi orang tua calon siswa melalui jaringan telepon untuk memastikan kebenaran data yang diisi serta kesediaan anak bersekolah. “Tidak hanya orang tua yang ditanyai, tetapi anak juga ditanyai apakah benar-benar ingin sekolah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul memasuki masa pancaroba. BPBD mengingatkan potensi angin kencang dan melanjutkan penyaluran bantuan air bersih hingga Desember.
Mentan Amran mencopot delapan pejabat Bapanas dan Bulog terkait dugaan penyelewengan beras SPHP yang dijual sebagai beras premium.
Gibran mendorong inovasi kendaraan listrik nasional melalui insentif, penguatan riset, penyesuaian kurikulum, dan kolaborasi Indonesia-Tiongkok.
Bahlil Lahadalia mengurangi ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBtud dan mengoptimalkan perbaikan sumur untuk memaksimalkan produksi domestik.
Penjualan BYD Group di Indonesia mencapai 46.700 unit hingga September 2026. BYD juga menargetkan ekspansi jaringan layanan di Sulawesi.
BGN menemukan sekitar 500 dapur fiktif MBG, rekening bermasalah berisi Rp414 miliar, dan membatalkan pengadaan LED Rp535,3 miliar.