Waswas dengan Covid-19, 2 Pengawas Pemilu di Bantul Mundur

Ilustrasi - Freepik
19 Juni 2020 14:47 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bantul menyebut dua panitia pengawas pemilu tingkat kecamatan (panwascam) mundur karena alasan kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Panwascam tersebut berasal dari Kecamatan Kasihan dan Dlingo.

“Satu dari Dlingo karena punya bayi dan khawatir bayinya terpapar. Satunya lagi dari Kasihan karena lemah jantung,” kata Ketua Bawaslu Bantul, Harlina, Jumat (19/6/2020).

BACA JUGA: Guru Besar UGM: Dexamethasone Tidak Bisa Mengobati Pasien Covid-19 Ringan

Bawaslu langsung melakukan rapat pleno untuk menyetujui pengunduran diri keduanya. Selain itu, Bawaslu telah menggelar sidang pleno dan melakukan penggantian antarwaktu (PAW) untuk keduanya.

“Mereka [panwas pengganti] juga sudah mulai diaktifkan kembali per 12 Juni ini,” ujar Harlina.

BACA JUGA: Cegah Penyebaran Covid-19, Ini Daftar Pasar Kulonprogo yang Perlu Diwaspadai

Anggota Bawaslu Bantul Nuril Hanafi mengatakan telah mengajukan rapid test untuk 230 orang yang terdiri dari anggota panwascam dan pengawas tingkat desa dan jajaran sekretariatnya. Alasannya, selama dinonaktifkan beberapa waktu lalu, Bawaslu tidak mengetahui aktivitas yang dilakukan oleh 230 panwas tersebut.

“Ini dilakukan demi keamanan bersama kami ajukan untuk menjalani rapid test semuanya,” kata Nuril.

Selain rapid test, Bawaslu Bantul juga meminta alat pelindung diri (APD) untuk semua pengawas demi keamanan dan kenyamanan pengawas saat bertugas. APD yang diajukan berupa masker, hand sanitizer, sarung tangan plastik, face shields atau pelindung wajah senilai Rp440 juta.

“Permintaan APD itu dalam bentuk barang,” katanya.