Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut dexamethasone efektif mengurangi angka kematian pasien Covid-19 yang parah. Namun, obat ini tidak disarankan dipakai untuk menangani pasien Covid-19 dengan gejala ringan karena dapat menurunkan daya tahan tubuh.
Ketua Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Farmasi UGM, Ika Puspita Sari, mengatakan dexamethasone biasa digunakan untuk pasien inflamasi berat dan autoimun semisal lupus. “Selama ini untuk asma dan gatal-gatal juga, tapi semakin dibatasi penggunaannya karena ada yang lebih ringan efek sampingnya,” ujarnya, Kamis (18/6/2020).
BACA JUGA: Dexamethasone Terbukti Jadi Obat Pertama Covid-19 & Banyak Dijual Murah di Apotek, Ini Harganya
Beberapa efek samping obat ini antara lain osteoporosis, peningkatan kadar gula, glukoma, pendarahan lambung, insomnia dan lainnya. Penggunaan dexamethasone
semestinya diawasi dokter. “Tetapi yang terjadi di warung-warung sering bisa dijual bebas karena masyarakat sakit gigi, punggung pegal, kecetit dan sebagainya bisa dengan dexamethasone ini, tanpa menyadari efek sampingnya,” ungkapnya.
Karena bisa dipakai untuk segala inflamasi atau radang, dexamethasone pun mendapat julukan obat dewa. Di DIY, kata dia, penyembuhan pasien Covid-19 belum memakai dexamethasone, tetapi metil prednisolone, masih sejenis steroid tetapi memiliki efek samping lebih ringan.
Guru Besar Farmakolgi UGM, Zullies Ikawati, mengatakan dexamethasone memang bisa digunakan pada pasien Covid-19 parah. Pada pasien dengan kriteria ini, umumnya telah terjadi acute respiratory distress syndrome (ARDS) dan peradangan berat dengan terjadinya badai sitokin yang meningkatkan risiko kematian.
BACA JUGA: Mengenal Dexamethasone, Obat Murah yang Manjur Cegah Kematian akibat Covid-19
Dexamethasone menekan badai sitokin sehingga dapat menurunkan risiko kematian. Penggunaan jangka pendek seperti pada pasien Covid-19 umumnya tidak menyebabkan efek samping yang berarti, karena manfaatnya lebih besar ketimbang risikonya.
Namun, dalam penggunaan jangka panjang obat ini dapat menimbulkan berbagai efek samping termasuk penurunan imun tubuh. Dengan demikian, dexamethasone tidak digunakan untuk pasien Covid-19 ringan, apalagi untuk pencegahan Covid-19. “Bukan untuk pencegahan karena justru menurunkan sistem imun dan menjadi lebih rentan pada penularan covid-19,” ungkapnya.
Juru Bicara Pemerintah Daerah (Pemda) DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, menegaskan di DIY, dexamethasone belum digunakan untuk penyembuhan pasien positif Covid-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Harga Pertamax Green 95 naik dari Rp16.600 menjadi Rp19.150 per liter mulai 2 September 2026. Simak daftar harga BBM terbaru.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Rabu 2 September 2026 tersedia sejak pagi hingga sore dengan tarif Rp12.000.
RUU Perampasan Aset ditargetkan disahkan paling lambat Desember 2026. Pengamat Hardjuno Wiwoho meminta pengawasan ketat agar aturan tak disalahgunakan.
Bupati Sidoarjo Subandi memastikan santri yang diduga keracunan MBG telah ditangani. Pemkab akan mengecek SPPG penyedia makanan.
Jadwal KRL Jogja-Solo 2 September 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, termasuk waktu keberangkatan di beberapa stasiun.