Siapa Calon Bupati yang Bakal Maju di Pilkada Sleman Masih Gelap

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
19 Juni 2020 20:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Kurang dari enam bulan Pilkada Sleman pada 9 Desember mendatang partai-partai di Sleman masih disibukkan dengan konsolidasi. Hingga kini pun, belum ada satupun partai yang mufakat bulat mengusung calon bupati tertentu.

Ketua DPD Golkar Sleman, Janu Ismadi mengatakan konsolidasi terus dilakukan di intenal dan eksternal partai berlambang pohon beringin itu. Siapa yang calon yang bakal diusung pun hingga kini belum final. "Kami baru bangun koalisi dan pendekatan dengan partai-partai lainnya. Belum final (calon yang diusung)," kata Janu, Jumat (19/6/2020).

Raihan kursi Fraksi Golkar di DPRD Sleman sebanyak lima kursi membuat partai ini tidak bisa mengusung pasangan calon bupati/wakil bupati sendiri. Artinya, Golkar harus berkoalisi dengan partai lain untuk mengusung calon tertentu. "Golkar terus menjalin komunikasi dengan sejumlah parpol. Sementara yang sudah pasti koalisi antara Golkar dengan PKB. Jumlah kursi menjadi 11 kursi (bisa mengusung calon)," kata Janu.

Ketua DPC PKB Sleman R. Agus Kholiq juga berpandangan sama. Meskipun ada perubahan waktu pelaksanaan Pilkada Serentak dari September ke Desember, menurut Khaliq, sampai saat ini pembahasan soal siapa calon yang diusung masih terus berproses. Termasuk penentuan PKB akan berkoalisi dengan partai mana saja.

Perempuan yang Ditemukan Tewas di Gondokusuman adalah Anak Guru Besar UGM

"Belum (ada perkembangan), semuanya masih berproses. Belum final," kata Khaliq.

Tak Hanya PKB dan Golkar, Ketua DPC PDIP Sleman, Koeswanto juga masih menunggu turunnya rekomendasi dari DPP terkait kandidat yang akan diusung pada Pilkada mendatang. Sembari menunggu rekomendasi turun, seluruh kader partai berlambang kepala benteng moncong putih ini terus melakukan konsolidasi internal. "Kami konsolidasi dari DPC sampai ke tingkat ranting sambil memanasi mesin partai," katanya.