Permohonan Melonjak Signifikan, Layanan SIM di Gunungkidul Buka Lebih Pagi

Petugas melayani permohonan pengajuan SIM di Mobil SIM Keliling yang ada di halaman Mapolres Gunungkidul beberapa waktu lalu. - Istimewa
19 Juni 2020 14:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pelayanan permohonan SIM di Satlantas Polres Gunungkidul melonjak signifikan. Guna mengurangi antrean, layanan dibuka lebih pagi.

Kepala Unit Register dan Identifikasi Satlantas Polres Gunungkidul, Ipda Slamet, mengatakan layanan permohonan SIM mulai berjalan normal, bahkan sejak 9 Juni lalu mengalami peningkatan yang signifikan. Setiap hari, Polres Gunungkidul bisa melayani 200 pemohon, baik untuk yang perpanjangan maupun pengajuan baru. “Paling banyak yang perpanjangan karena sehari bisa mencapai 170 pemohon,” kata Slamet, kepada wartawan, Jumat (19/6/2020).

Menurut dia, adanya peningkatan ini tidak lepas dari dampak Corona. Pasalnya, sejak Maret hingga akhir Juni ada dispensasi. Oemilik SIM yang masa berlakunya habis di rentang waktu itu diberikan kelonggaran waktu perpanjangan hingga 31 Juli. “Pada awal-awal pandemi layanan sepi. Tetapi, sekarang sudah kembali normal, malah ada lonjakan pengajuan,” katanya.

Guna mengurangi antrean, Satlantas mengambil inisiatif untuk buka lebih awal, yakni jam 07.00 WIB sudah melayani permohonan pembuatan SIM. Selain itu, juga memanfaatkan mobil pelayanan SIM keliling untuk membantu melayani masyarakat sehingga antrean bisa lebih cepat. “Warga sangat antusias karena sudah buka pagi, yang datang sudah banyak,” katanya.

Menurut dia, untuk memaksimalkan pelayanan, juga dilaksanakan pelayanan SIM ke desa-desa setiap Selasa dan Kamis. Program ini sudah dijalankan sejak 9 Juni yang lalu. “Terus bergantian desa yang dilayani. Jika tidak melayani ke desa, layanan SIM keliling dimanfaatkan untuk membantu pelayanan di kantor induk,” imbuh Slamet.

Kepala Satlantas Polres Gunungkidul, AKP Anang Tri Nuviyan mengatakan pelayanan mengacu pada protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Selain pengecekan suhu tubuh dan penyediaan fasilitas cuci tangan, Polres juga merancang tempat duduk di ruang tunggu dengan jarak untuk mengurangi tingkat kerumunan. “Ini bagian dari prosedur yang harus ditaati,” katanya.

Menurut Anang, di lokasi layanan juga dilakukan penyemprotan cairan disinfektan secara berkala. “Semua harus diantisipasi agar layanan berjalan, meski ada penyebaran virus corona,” katanya.