Tuntut Penurunan Uang Kuliah Tunggal, Mahasiswa UPN Jogja Viralkan #UniversitasPancenNdlogok

Spanduk protes Aliansi Mahasiswa UPNVY yang dipasang di Gedung Rektorat Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta. - Istimewa
23 Juni 2020 14:07 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Kuliah daring (online) yang diselenggarakan kampus lantaran pandemi menimbulkan keluh kesah mahasiswa UPN "Veteran" Yogyakarta (UPNVY). Mereka protes karena tak merasakan fasilitas kampus sementara biaya kuliah tidak ada tanda-tanda akan diturunkan.

Kekecewaan itu melatari tagar #UniversitasPancenNdlogok yang sempat viral menduduki posisi trending nomor satu di Twitter pada Senin (22/6/2020) malam. Tagar ini diwarnai kicauan yang berisi tuntutan bagi kampus untuk menurunkan uang kuliah tunggal (UKT).

Menteri Kajian dan Aksi Strategis BEM KM UPNVY Alvin Noor Fitrian saat dikonfirmasi Harian Jogja pada Selasa (23/6/2020) menuturkan viralnya tagar itu dilatarbelakangi respons kampus dalam menanggapi keluh kesah mahasiswa selama perkuliahan daring ini. Bahkan ia dan puluhan mahasiswa lain pada Senin pagi sempat menyuarakan aspirasi di Rektorat UPNVY.

“Kami merasa birokrasi kampus, dalam hal ini rektorat lamban dalam merespons keluh kesah mahasiswa. Sebelum aksi ini kami sudah melakukan beberapa kali audiensi. Ada 3-5 kali audiensi sejak Bulan Puasa kemarin, tapi respons mereka sangat minim,” ujarnya yang menjadi koordinator aksi.

BACA JUGA: Serie A Liga Italia Tak Lagi Disiarkan di Indonesia & Dunia, Ini Alasan dan Cerita di Baliknya

Beberapa waktu lalu Alvin menyebut birokrasi mengeluarkan edaran tentang penurunan, penundaan, dan pengangsuran UKT.

“Sudah ada peraturannya, tapi kami merasa itu masih belum bisa mewakili keseluruhan yang membutuhkan. Itu enggak ada batas waktunya juga. Kami menuntut waktunya diperpanjang dan syarat berkasnya dimudahkan,” kata dia.

BACA JUGA: Rekor, Suhu Siberia Capai 100 Derajat Fahrenheit

Menurut Alvin, dari aksi kemarin, rektorat memberi janji kepada mahasiswa supaya mereka bisa menemui Rektor UPNVY, M. Irhas Effendi pada Rabu (24/6/2020) besok untuk menyampaikan kembali aspirasinya. Ia masih akan mengajukan tuntutan serupa.

“Kami juga memberi opsi jika UKT tidak bisa dipotong, kami bisa membayar dengan nominal yang sama, tapi dengan memberikan kompensasi dalam bentuk bantuan langsung tunai. Referensi kami karena sudah terealisasi di Universitas Udayana, ada bayar UKT tetap tapi ada cashback dengan BLT," tegasnya.

Dihubungi terpisah, Rektor UPNVY, M. Irhas Effendi menuturkan kampus sudah mengeluarkan peraturan terkait hal ini dengan kebijakan pengajuan penurunan UKT lewat banding.

BACA JUGA: WHO Serukan Produksi Dexamethasone untuk Tangani Pasien Kritis Covid-19

“Untuk mahasiswa atau orang tua yang terkena dampak ekonomi akibat Covid-19, UKT akan kami turunkan secara proporsional,” ujarnya.

Ia mencontohkan mahasiswa yang skripsinya terhenti karena pandemi, UKT akan diopotong 50% apabila yang bersangkutan sudah masuk semester VIII ke atas. Ia juga mengklaim akan menurunkan UKT bagi mahasiswa yang terdampak pandemi.

“Konsepnya kan sebenarnya gotong-royong, ya. Yang tidak terkena dampak mestinya tidak usah minta penurunan. Misalnya anaknya dosen, anaknya pegawai negeri itu kan tidak terdampak sebenarnya. Kami harus berempati kepada yang terkena dampak untuk menyubsidi. Prinsip UKT kan subsidi silang,” ujarnya.

Menurutnya, aturan pengajuan penurunan UKT ini sudah tertera di laman web kampus. Selanjutnya ia akan menggencarkan sosialisasi agar mahasiswa paham.