PPDB SMP Jalur Prestasi Diprotes, Ini Jawaban Disdikpora Bantul..

Foto Ilustrasi sejumlah calon peserta PPDB 2018 mengisi formulir untuk mendaftar sekolah. - Dok. Harian Jogja.
28 Juni 2020 13:17 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bantul untuk jalur prestasi telah usai digelar Sabtu (27/6/2020) lalu. Sejumlah persoalan, terkait dengan teknis pelaksanaan PPDB SMP di jalur ini menuai kritikan.

Ketua Komisi D DPRD Bantul  Enggar Suryo Jatmiko menilai Disdikpora tidak transparant dalam pelaksanaan PPDB SMP di jalur prestasi. Musababnya, ada perpanjangan waktu pendaftaran untuk siswa yang memiliki prestasi nonakademik.

Jika sebelumnya, pendaftaran siswa yang punya prestasi nonakademik dilayani hingga 4 Juni, dalam realisasinya mereka masih bisa mendaftar sampai hari terakhir pendaftaran, yakni Sabtu (27/6/2020).

BACA JUGA : PPDB Online, Sekolah Belum Berencana Lakukan Survei

“Anehnya ini dilakukan secara lisan. Tentu hal ini akan berdampak kepada siswa yang punya prestasi tinggi. Di mana mereka bisa saja gagal masuk karena kalah bersaing dengan siswa yang punya pretasi nonakademik,” katanya, Minggu (28/6/2020).

Namun, pernyataan Miko-panggilan akrab Enggar Suryo Jatmiko ini dibantah oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disidikpora) Bantul Isdarmoko. Ia menyebut pengumuman perpanjangan penerimaan siswa dengan prestasi nonakademik sudah sesuai dengan aturan dan disampaikan secara tertulis.

“Kami sudah sampaikan secara tertulis. Tujuannya agar yang belum terdaftar tetap bisa dilayani,” ungkap Isdarmoko.

Kendati demikian, ia memaklumi jika penyampaian terkait dengan penerimaan siswa yang punya prestasi nonakademik tidak sepenuhnya dipahami masyarakat. Sebab, adanya kondisi pandemi Covid-19, membuat sosialisasi yang sudah dilakukan Disdikpora tidak sampai di tingkat akar rumput.

“Termasuk bobot nilai prestasi nonakademik juga sudah kami sampaikan. Ada aturannya kok,” terang Isdarmoko.

Di sisi lain, Disdikpora Bantul kini telah menyiapkan pelaksanaan PPDB SMP untuk sistem zonasi yang akan dimulai Senin (29/6/2020). Berbeda dengan jalur lainnya, sistem zonasi wilayah mencakup kuota 55% dari total daya tampung. Hal ini cukup besar dibandingkan jalur prestasi 20%, jalur afirmasi atau siswa miskin 20% dan jalur kepindahan orang tua dan guru sebesar 5% yang telah selesai dilaksanakan.

BACA JUGA : PPDB SMP, Bantul Tetapkan Lima Zona

Adapun untuk sistem zonasi, pada PPDB SMP tahun ini, Disdikpora Bantul membagi menjadi lima zona. Kelima zona tersebut adalah Kecamatan Bantul,  Sewon,  dan Kasihan dengan daya tampung siswa sebanyak 3.900 orang dan lulusan SD sebanyak 3.994 orang.  Sementara zona satu masuk Kecamatan Sedayu, Pajangan,  Srandakan,  dan Pandak.  Daya tampung di zona satu sebanyak 2.290 siswa dan lulusan sebanyak 2.326 orang.

Zona dua masuk Kecamatan Sanden,  Bambanglipuro,  dan Kretek,  dengan daya tampung 1.590 orang dan lulusan sebanyak 1.555 orang.  Zona tiga masuk wilayah Kecamatan Pundong,  Imogiri dan Jetis, dengan daya tampung 2.020 siswa dan lulusan 2.223 siswa.

Sementara zona empat dengan daya tampung 3.750 siswa dan lulusan 3.694 siswa masuk dalam zona Kecamatan Banguntapan,  Pleret,  Piyungan,  dan Dlingo.

Oleh karena itu, Isdarmoko mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan Disdukcapil setempat. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk mengantisipasi banyaknya kartu keluarga (KK) titipan pada PPDB kali ini.

“Paling tidak jika pindah harus satu tahun. Jika kurang dari setahun, maka otomatis zonasi tetap memakai wilayah lamanya. Hal ini sudah kami sampaikan juga ke masyarakat,” terang Isdarmoko.