Bupati Sleman: Pemerintah Perlu Susun Strategi agar Pasar Rakyat Layak

Bupati Sleman, Sri Purnomo saat memberi keterangan kepada wartawan usai penutupan operasi SAR di Posko Induk Dukuh, Turi, Sleman, Minggu (23/2/2020). - Suara/Muhammad Ilham Baktora
04 Juli 2020 09:27 WIB Newswire Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman berupaya melakukan pembenahan infrastruktur dan sumber daya manusia di sejumlah pasar tradisional. Hal itu dilakukan dengan tujuan agar dapat menjadi tempat transaksi yang layak tanpa menghilangkan ciri khas pasar rakyat.

"Pemerintah Kabupaten Sleman perlu menyusun strategi agar pasar rakyat menjadi tempat transaksi yang layak, tanpa harus menghilangkan ciri khas pasar rakyat," kata Bupati Sleman Sri Purnomo di Sleman, Jumat (3/7/2020). 

Menurut dia, beberapa pembenahan yang dilakukan meliputi kebersihan, lantai yang kering dan tidak becek, penataan barang dagangan, lorong yang leluasa untuk orang lalu lalang, pengaturan ventilasi dan pencahayaan yang sehat.

"Selain itu sistem keamanan di pasar yang terjamin, jalur evakuasi, pengelolaan sampah yang baik, tempat untuk beristirahat yang bersih dan lain sebagainya," katanya.

Ia mengatakan keberadaan pasar tradisional atau pasar rakyat tidak mungkin ditiadakan karena masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

"Hilangnya pasar rakyat akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi suatu daerah terkait dengan bertambahnya pengangguran, menurunnya daya beli akibat tingkat pendapatan per kapita yang semakin kecil, melemahnya sektor perdagangan informal, terhambatnya arus distribusi bahan pokok, dan lain sebagainya," katanya.

Ia mengatakan di Kabupaten Sleman terdapat 42 pasar dan resto yang dikelola Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman. Berdasarkan komoditas yang diperjualbelikan, pasar di Sleman dibedakan menjadi pasar umum, pasar produk pertanian dan pasar hewan.

"Mayoritas pasar yang ada adalah pasar umum dengan komoditas yang dijual adalah kebutuhan sehari-hari," katanya.

Ia mengatakan seiring dengan dinamika dan perkembangan yang terjadi di tengah masyarakat, pada saat ini pengembangan sejumlah pasar rakyat juga dilakukan melalui digitalisasi dan daring (online).

"Masyarakat dapat memesan barang kepada pedagang di beberapa pasar secara daring, baik melalui Whats App (WA), maupun aplikasi Go-Shop [Gojek] dan Grab Asistant [Grab]. Untuk pembayarannyapun juga dapat dilakukan secara nontunai [E-Money]," katanya.

Sumber : Antara