Canthelan Bantu Jaga Ketahanan Pangan Sleman

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun (kiri) menyumbang paket untuk canthelan saat berkunjung ke Dusun II Burikan, Sumberadi, Mlati, Sleman, Sabtu (4/7/2020). - Istimewa
04 Juli 2020 14:47 WIB Media Digital Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengapresiasi kegiatan canthelan yang diinisiasi dan dikelola warga karena bisa membantu program ketahanan pangan di Kabupaten Sembada. Apalagi pada masa pandemi Covid-19 ini, banyak warga terkena dampak secara ekonomi karena pendapatan turun atau bahkan terkena pemutusan hubungan kerja.

“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Sleman sangat berterima kasih atas kerja cerdas dan kerja ikhlas warga Burikan karena sudah membantu menjaga ketahanan pangan sehingga tidak ada warga yang sampai kelaparan meski terdampak Covid-19,” ujar Wakil Bupati saat mengunjungi kegiatan canthelan warga Burikan, Sumberadi, Mlati, Sleman, Sabtu (4/7/2020).

Dalam kunjungannya, Sri Muslimatun meninjau canthelan di RT 01, RT 02, RT 03, RT 04, dan RT 05 Dusun II Burikan. Di setiap lokasi canthelan, Wakil Bupati menyapa dan berbincang dengan warga yang sudah menanti kehadirannya. Dia menilai di dalam kegiatan canthelan ini ada nilai-nilai tepa selira, gotong-royong, dan saling peduli terhadap tetangga.

“Ini luar biasa. Silakan ambil [barang yang dicantelkan] seperlunya, memberi juga seikhlasnya. Apa yang kita punya bisa dimanfaatkan oleh yang lain. Saya lihat ada yang memberi sayur gori matang, kerupuk, tahu guling, piskopyor, dan sebagainya. Inilah salah satu wujud gotong-royong warga,” lanjutnya.

Koordinator Canthelan Dusun II Burikan, Murti Maharini, menyampaikan kegiatan ini dimulai di desanya sejak 17 Mei 2020 dan sampai saat ini masih berlangsung. Pada awal kegiatan, canthelan di Burikan mendapat dana stimulan dari Kagama Care berupa uang tunai senilai Rp500.000 dan dua kardus mi instan. Partisipasi warga Burikan terhadap program ini juga sangat tinggi sehingga canthelan yang semula hanya satu titik, sekarang menjadi tujuh titik canthelan yang tersebar di hampir semua RT di Dusun Burikan.

“Donasi baik uang ataupun barang yang terus mengalir baik donatur dari warga maupun dari luar dusun membuat canthelan ini masih bertahan sampai hari ini. Kekuatan canthelan di dusun kami adalah partisipasi warganya yang begitu tinggi,” ujar Murti.

Salah satu sukarelawan canthelan, Susana, berkisah suka duka saat awal membuat canthelan di lingkungannya. Dulu kata dia, pernah ada suara miring yang mengatakan kalau canthelan menghabiskan uang kas warga. Namun tudingan itu tidak menyurutkan niat Susana untuk terus membuat canthelan. “Padahal canthelan yang kami bikin tidak sepeser pun menggunakan uang kas warga. Semua murni dari kerelaan warga menyumbang atau mencantelkan secara pribadi,” jelasnya.