Bus Jurusan Bantul-Bandara YIA Beroperasi, Tarif Rp6.500

Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulonprogo. - Ist/ Dok PT Angkasa Pura I (Persero)
05 Juli 2020 14:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Dinas Perhubungan Bantul memastikan angkutan tujuan bandara International Airport (YIA) telah tersedia di Terminal Palbapang, Bantul. Angkutan dari Damri atau perusahaan umum Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia itu beroperasi mulai pukul 05.30 WIB hingga pukul 17.10 WIB.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Bantul, Suyamto mengatakan ada empat armada bus ukuran besar yang sudah beroperasi per Sabtu (4/7/2020) lalu yang dipusatkan di Terminal Palbapang. Empat armada berkelas VIP itu akan melayani penumpang menuju Bandara Yia dan sebaliknya setiap satu jam sekali.

Adapaun jarak tempuh Palbapang-Yia sekitar 35 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 51 menit. Tarifnya juga cukup murah, “Untuk tahap ujicoba ini tarifnya disubsidi pemerintah, hanya Rp6.500,” kata Suyamto, saat dihubungi Minggu (5/7/2020).

Dengan beroperasinya angkutan bandara, Dinas Perhubungan juga sudah menyiapkan sejumlah personel untuk selalu siap di Terminal Palbapang. Protokol kesehatan juga diklaim sudah disiapkan di terminal untuk menghindari penularan Coronavirus Disease atau Covid-19.

Sementara itu General Manajer Perusahaan Umum Damri Yogyakarta, Rahmat Santoso mengatakan empat armada bus yang beroperasi mengangkut penumpang sebanyak 24 rit atau 12 rit dari Terminal Palbapang ke bandara dan 12 rit dari Yia ke Terminal Palbapang.

Menurut dia sebenarnya Bupati Bantul Suahrsono meminta agar titik pengangkutan sampai ke Kompleks Pemkab Bantul, namun dengan berbagai pertimbangan sampai saat ini untuk sementara titik pengangkutan hanya dilayani di Terminal Palbapang.

Dari empat armada bus tiap armada berkapasitas 46 penumpang. “Tapi karena ini masih dalam suasana Covid-19 penumpang kami batasi maksimal hanya bisa menampung 50 persennya dari total daya tampung. Tadinya 46 penumpang sekarang maksimal 23 penumpang supaya ada jaga jarak,” kata Rammat.

Selain mengatur jaga jarak penumpang di dalam armada, pihaknya juga memperketat protokol kesehatan lainnya mulai dari mewajibkan setiap penumpang dan kru mengenakan masker, mencuci tangan sebelum masuk armada yang sudah disediakan di sekitar armada, dan menyediakan hand sanitizer di dalam bus.