Dua Kakak Beradik Jadi Pelaku Pembakaran MI YAPPI Natah
Polres Gunungkidul mengungkap dua pelaku pembakaran MI YAPPI Natah merupakan kakak beradik berusia 14 dan 15 tahun.
Wisatawan mengunjungi pantai kukup saat masa percobaan new normal, Gunungkidul, Minggu (28/6/2020). / Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Asti Wijayanti mengatakan masih banyak pengunjung yang tidak mematuhi protokol kesehatan, saat berada di lokasi wisata, khususnya di kawasan pantai. Meski demikian, para pengunjung yang ngeyel tidak memakai masker atau tetap bergerombol tidak bisa diberikan sanksi karena tidak adanya aturan untuk penegakan.
“Kami hanya bisa mengimbau agar tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti terus memakai masker atau jaga jarak,” katanya, Minggu (5/7/2020).
Menurut dia, pihaknya sudah sering memberikan imbauan baik melalui papan pengumuman atau pengeras suara. Selain itu, pengelola maupun kelompok sadar wisata juga sudah diberikan sosialisasi tentang protokol kesehatan dalam tata laksana penyelenggaraan kepariwisataan di era normal baru.
Meski demikian, sambung Asti, tetap saja ada pengunjung yang tidak mematuhinya. Disinggung mengenai sanksi, ia mengaku hingga saat ini belum ada karena masih menunggu kebijakan terbaru dari Pemerintah DIY. “Untuk corona semua mengacu pada kebijakan di provinsi. Kalau memang ada regulasi untuk memberikan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan, maka kami siap melaksanakannya. Namun hingga sekarang belum ada dan masih dibahas di DIY,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono. Menurut dia, pihaknya terus melakukan imbauan kepada pengunjung agar terus mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. “Kami sudah sering memberikan imbauan, tapi tetap saja masih ada kerumunan tanpa jaga jarak dan mencopot masker saat di pantai,” katanya.
Meski banyak tak dihiraukan pengunjung, Marjono mengakui akan terus membantu sosialisasi dalam rangka pelaksanaan sektor kepariwisataan di era normal baru. Salah satunya, terus memberikan imbauan kepada pengunjung agar tetap menaati protokol kesehatan. “Bisa kita hanya mengimbau, maka saat ada yang berkerumun atau tidak memakai masker akan diingatkan secara berkala,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Gunungkidul mengungkap dua pelaku pembakaran MI YAPPI Natah merupakan kakak beradik berusia 14 dan 15 tahun.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling.
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling. Berbagai inovasi layanan disiapkan guna mempermudah masyarakat di wilayah Bumi Handayani dalam mengurus
Gunung Merapi kembali meluncurkan APG sejauh 2 km ke barat daya. Merapi masih Level III Siaga, warga diminta menjauhi zona bahaya.
Festival Mustika Rasa di Jogja mendorong kedaulatan pangan melalui pemanfaatan bahan lokal dan lebih dari 1.000 resep kuliner Nusantara.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa