Revitalisasi 131 Sekolah Gunungkidul, DPRD Ingatkan Kualitas Bangunan
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Wisatawan mengunjungi pantai kukup saat masa percobaan new normal, Gunungkidul, Minggu (28/6/2020). / Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Asti Wijayanti mengatakan masih banyak pengunjung yang tidak mematuhi protokol kesehatan, saat berada di lokasi wisata, khususnya di kawasan pantai. Meski demikian, para pengunjung yang ngeyel tidak memakai masker atau tetap bergerombol tidak bisa diberikan sanksi karena tidak adanya aturan untuk penegakan.
“Kami hanya bisa mengimbau agar tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti terus memakai masker atau jaga jarak,” katanya, Minggu (5/7/2020).
Menurut dia, pihaknya sudah sering memberikan imbauan baik melalui papan pengumuman atau pengeras suara. Selain itu, pengelola maupun kelompok sadar wisata juga sudah diberikan sosialisasi tentang protokol kesehatan dalam tata laksana penyelenggaraan kepariwisataan di era normal baru.
Meski demikian, sambung Asti, tetap saja ada pengunjung yang tidak mematuhinya. Disinggung mengenai sanksi, ia mengaku hingga saat ini belum ada karena masih menunggu kebijakan terbaru dari Pemerintah DIY. “Untuk corona semua mengacu pada kebijakan di provinsi. Kalau memang ada regulasi untuk memberikan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan, maka kami siap melaksanakannya. Namun hingga sekarang belum ada dan masih dibahas di DIY,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono. Menurut dia, pihaknya terus melakukan imbauan kepada pengunjung agar terus mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. “Kami sudah sering memberikan imbauan, tapi tetap saja masih ada kerumunan tanpa jaga jarak dan mencopot masker saat di pantai,” katanya.
Meski banyak tak dihiraukan pengunjung, Marjono mengakui akan terus membantu sosialisasi dalam rangka pelaksanaan sektor kepariwisataan di era normal baru. Salah satunya, terus memberikan imbauan kepada pengunjung agar tetap menaati protokol kesehatan. “Bisa kita hanya mengimbau, maka saat ada yang berkerumun atau tidak memakai masker akan diingatkan secara berkala,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Nguyen Xuan Son cedera hamstring dan absen 4-6 pekan. Striker Vietnam itu harus mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian beserta harga buyback dalam berbagai ukuran, dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Kata oke ternyata punya sejarah sejak 1839. Istilah OK pertama kali tercatat di Boston Morning Post sebagai singkatan jenaka.
AI mengubah pendidikan tinggi Tiongkok. Ribuan jurusan ditutup atau ditunda, sementara kampus membuka program chip, robotika, dan AI.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang secara resmi meluncurkan perluasan gerakan “Blonjo Warung Tonggo”.