Advertisement

Satu-Satunya Kecamatan Zona Hijau Corona di Sleman, Cangkringan Waspadai Pendatang

Lajeng Padmaratri
Senin, 06 Juli 2020 - 20:17 WIB
Bhekti Suryani
Satu-Satunya Kecamatan Zona Hijau Corona di Sleman, Cangkringan Waspadai Pendatang Tangkapan layar peta Sebaran Kasus Covid di DIY versi Pemda DIY. (corona.jogjaprov.go.id)

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN-- Sebagai satu-satunya kecamatan dengan zona hijau di Kabupaten Sleman, Kecamatan Cangkringan berupaya keras menjaga kondisi tersebut dengan mewaspadai pendatang.

Mengacu pada peta epidemiologi yang dirilis Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman pada 28 Juni 2020 lalu, satu-satunya kecamatan dengan zona hijau di Sleman yaitu Kecamatan Cangkringan. Di kecamatan ini, sejak awal pandemi Covid-19, tidak ditemukan kasus konfirmasi positif dari berbagai penelusuran kontak.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Camat Cangkringan, Suparmono mengatakan sejumlah cara dilakukan untuk menjaga wilayahnya bersih dari penularan Covid-19. Yang paling utama yaitu mengetatkan pola hidup bersih dan sehat dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat dan penerapan protokol pencegahan Covid-19 seperti memakai masker dan cuci tangan dengan sabun.

Meski begitu, Suparmono mewaspadai para pendatang yang datang ke Cangkringan. Terlebih, wilayahnya merupakan daerah wisata sehingga banyak didatangi wisatawan.

"Kalau sekarang banyak pesepeda datang. Sejumlah tempat yang biasa dipakai istirahat harus lebih sering kita semprot disinfektan," kata dia ketika dihubungi pada Senin (6/7/2020).

Terlebih, menurutnya objek wisata di sana sudah mulai kembali beroperasi. Seperti Bukit Klangon, Watu Gede, dan wisata dengan jeep. "Di sana ada petugas kita, polsek, dan desa berjaga untuk mengingatkan wisatawan khususnya saat ini pesepeda untuk jangan berkerumun," kata dia.

Selain dari wisata, perekonomian di Cangkringan digerakkan oleh aktivitas pertambangan pasir. Hal ini membuatnya tidak bisa menutup diri terhadap orang yang datang ke Cangkringan.

"60-70 persen ekonomi Cangkringan digerakkan oleh warga yang datang ke sini. Agar ekonomi produktif, kami tidak menutup diri dari orang yang datang, tapi harus protokol ditaati. Saya rutin mengecek dengan Muspika ke daerah tambang, penerapan protokol bagaimana," tambahnya.

Lebih lanjut, menurut catatan pemudik dari Kabupaten Sleman, pemudik yang datang ke Cangkringan adalah yang paling sedikit sekabupaten. Data terakhir menunjukkan ada 248 pemudik ke Cangkringan. Menurut Suparmono, hal ini juga ditengarai lantaran masyarakat efektif dalam mengedukasi keluarganya yang merantau untuk tidak dulu pulang kampung.

Bagi Suparmono, cukup berat mempertahankan status zona hijau di Cangkringan. Apalagi dengan statusnya tersebut justru mengundang pendatang untuk masuk ke Cangkringan karena merasa wilayah tersebut adalah zona yang aman. Penerapan protokol kesehatan terus ia galakkan supaya pendatang tak membawa virus dan menulari warga.

"Karena cangkringan zona hijau, justru banyak orang yang datang. Wisatawan kan suka ke daerah zona hijau, dan kita harus tetap menerima mereka secara baik, tapi protokol harus diketatkan," terangnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengatakan peta epidemiologi tersebut akan diperbaharui setiap dua minggu sekali. Sementara ini, Kecamatan Cangkringan merupakan satu-satunya zona hijau dari 17 kecamatan yang ada di Sleman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Erdogan Umumkan Keadaan Darurat Selama Tiga Bulan untuk Cari Korban Gempa

News
| Rabu, 08 Februari 2023, 01:27 WIB

Advertisement

alt

Meski Ada Gempa, Minat Masyarakat ke Turki Tak Surut

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement