Gunungkidul Wacanakan Perubahan Model Tes Deteksi Corona

Petugas Dinas Kesehatan Kota Jogja meneliti sampel darah para pedagang dalam tes cepat atau Rapid Diagnostic Test (RDT) Covid-19 di Pasar Beringharjo, Jogja, Rabu (03/06/2020). - Harian Jogja/Desi Suryanto
06 Juli 2020 09:07 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul terus berupaya menekan penyebaran Covid-19 dengan melakukan penelusuran kontak penderita. Selain itu mewacanakan perubahan model pengetesan.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan, untuk penanganan penyebaran corona akan terus dilakukan berbagai pencegahan agar kasus tidak semakin bertambah. Selain terus melakukan sosialisasi tentang protokol kesehatan pencegahan Covid-19, upaya penelusuran dan screening terus dilakukan.

BACA JUGA : Ini Satu-Satunya Daerah di Jatim yang Termasuk Zona Hijau

Dia pun mewacanakan perubahan model tes yang selama ini harus melalui beberapa tahapan pengetesan. Rencananya, rapid test hanya dilakukan untuk proses screening. Sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan dan warga yang kontak dengan pasien positif akan langsung dilakukan tes swab yang memiliki tingkat akurasi yang lebih baik.

Dewi mengakui perubahan pengetesan dilakukan karena hasil dari rapid test tingkat akurasinya dinilai masih kurang. “Sejak awal memang rapid test bukan jadi acuan utama, karena penetapan kasus positif harus melalui uji specimen melalui tes swab. Jadi, kami rencananya langsung lakukan swab bagi warga yang masuk PDP, hasil tracing pasien positif atau untuk tenaga kesehatan,” katanya, Minggu (6/7/2020).

BACA JUGA : Ini Wilayah di Sleman yang Masih Masuk Zona Hijau Corona