Pilkada Bantul: Sinyal PAN Merapat ke Halim Makin Kuat

Ilustrasi warga mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS). - Bisnis/Rachman
07 Juli 2020 12:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Partai Amanat Nasional (PAN) belum menentukan sikap dukungan untuk pasangan calon bupati dan wakil bupati Bantul.  Namun sinyal untuk mendukung Abdul Halim Muslih dan Joko Purnomo dalam Pilkada Desember mendatang ini semakin kuat dalam mendekti pendaftaran pasangan calon.

Sinyal tersebut salah satunya dibuktikan dengan adanya pemecatan tiga pengurus Dewan Pimpinan Cabang (PAN) di Bantul karena dianggap mendahului keputusan partai. Tiga pimpinan DPC tersebut dianggap mendukung pasangan Noto, jargon yang melekat pada pasangan calon Suharsono dan Totok Sudarto. Selain itu pengurus DPD PAN saat ini intens berkomunikasi dengan Halim.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Bantul,  Mahmuf Ardi Widanto mengatakan partainya masih mempertimbangkan dukungan pada pasangan calon.  Sejauh ini ia mengaku masih menjalin komunikasi dengan dua pasangan calon baik Suharsono-Totok maupun Halim-Joko. 

Namun pihaknya tidak menampik saat ini lebih sering menjalin komunikasi dengan Halim-Joko.  "Ya karena aktif membangun komunikasi. Kami sifatnya pasif, ada komunikasi kami terima dengan baik," kata Ardi,  saat dihubungi Senin (6/7/2020).

Ia menyatakan dalam pilkada 2020 ini PAN ingin menjadi pengusung dan bukan pendukung sehingga pihaknya akan mendukung pasangan calon yang benar-benar serius dan siap diusung PAN.  "Kita tidak obral. PAN partai  penentu. Jadi siapapun yang diusung PAN akan menang," klaim dia.

Kendati demikian,  mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul ini menegaskan partainya akan menyatakan sikap resmi mengusung salah satu paslon pada bulan ini.  Namun Ardi belum bisa memastikan tanggalnya.

Sekretaris DPC Partai Gerindra Bantul,  Darwinto mengakui komunikasi Gerindra dengan PAN saat ini tidak intens.  "Kami sudah mencoba komunikasi dengan PAN tapi pihak PAN tidak terlalu merespon," kata Darwinto.  Diketahui Gerindra merupakan salah satu partai pengusung Suharsono-Totok.

Darwinto menyatakan masing-masing partai memiliki hak untuk menentukan sikap dukungan sehingga pihaknya tidak ingin terlalu jauh mencampuri internal partai lain.

Dalam beberapa kesempatan Suharsono memastikan sudah mengantongi empat partai yang siap mengusungnya. PAN tidak termasuk di dalamnya. Keempat partai tersebut adalah Gerindra,  Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Golkar dan Nasdem.

Keempat partai tersebut diakuinya sudah cukup untuk mendaftar di KPU.  Saat diainggung soal kemungkinan masih ada partai lainnya yang akan mengusung,  Suharsono menyebut ada,  yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

"Kemungkinan PPP ya, nanti jadi pendukung, setelah ini akan kita rembug bareng-bareng. Kemudian, masih ada partai-partai lain juga, yang mau ikut mendukung saya," katanya, Sabtu pekan lalu.  Saat ini Suharsono mengaku masih konsolidasi. Ia merencanakan deklarasi digelar pada pertengahan bulan ini.

Sementara itu Abdul Halim Muslih mengatakan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sudah satu suara mendukung pasangan Halim-Joko.  Saat ini kedua partai tersebut sudah konsolidasi sampai tingkat ranting. Selain itu ia mengklaim sejunlah relawan dan konunitas juga sudah banyak yang bergabung.

"Sehingga dengan kebersamaan ini kita akan semakin solid, untuk menyambut kemenangan. Kemenangan ini akan kita persembahkan untuk rakyat. Artinya kemenangan ini adalah kemenangan rakyat," kata Halim.

Halim berujar ada beberapa partai lainnya yang akan merapat untuk mendukungnya.  Namun ia belum bisa menyebutkan nama partainya. Saat disinggung soal PAN,  Halim tidak menampik. "Ya mudah-mudahan itu akan menjadi tambahan koalisi, " kata dia.