Izin Lokasi Telah Terbit, Lahan Tol Jogja-Solo Dipatok Bulan Depan

Foto ilustrasi. - ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
08 Juli 2020 19:37 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Proses sosialisasi tol trase Jogja-Bawen telah dimulai Rabu (8/7/2020) dengan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten dan perwakilan Kepala Desa di kantor Bupati Sleman. Tim Persiapan pun mulai bekerja selama 130 hari kerja.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY yang juga bertindak sebagai Sekretaris Tim PersiapanTol Trase Jogja-Bawen, Krido Suprayitno, menuturkan terdapat tujuh desa di tiga Kecamatan yang terlewati trase Jogja-Bawen.

“Kecamatan Mlati meliputi satu desa, yakni Tirtoadi. Kecamatan Sayegan tiga desa, Margokaton, Margomulyo dan Margodadi. Lalu Kecamatan Tempel juga tiga desa, banyurejo, Tambakrejo dan Sumberejo,” ujarnya saat ditemui wartawan di Kantor Gubernur DIY, Rabu (8/7/2020).

Trase ini memiliki Panjang 7,6 Km, dengan luas 46,6 Ha. Adapun sawah eksisting yang terdampak seluas 31,19 Ha, yang bukan termasuk Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Sepanjang 6 Km tol dibangun di atas selokan Mataram. “Elevate di atas selokan, tapi ada sedikit yang di bawah dengan pertimbangan ekologi, di situ ada sumber air,” ungkapnya.

Dalam 130 hari kerja oleh Tim Persiapan tersebut, juga dilakukan konsultasi publik, dimana yang diundang khusus pemilik sah lahan. Output dari konsultasi publik yakni berita acara persetujuan pemilik lahan dan pemberkasan berupa fotokopi KTP, bukti kepemilikan tanah dan KK.

Dalam sosialisasi dan konsultasi publik, pihaknya menggunakan strategi yang sama dengan trase Jogja-Solo, yakni dengan melibatkan unsur pemangku wilayah untuk penguasaan wilayah dan personal. Setelah selesai, Izin Penetapan Lokasi (IPL) terbit pada Desember mendatang.

Sementara IPL trase Jogja-Solo telah terbit, sehingga langkah selanjutnya yakni pemasangan patok, yang ia targetkan dimulai pada minggu pertama Agustus mendatang. Pemasangan patok dimulai dari wilayah paling timur, yakni Taman Martani, kemudian ke Kecamatan Depok dan Mlati.

IPL trase Jogja-Solo berakhir di Tirtoadi. Desa di Kecamatan Mlati ini dilewati oleh dua trase sekaligus, Jogja-Solo dan Jogja-Bawen. Di Tirtoadi juga dibangun Jembatan Junction tempat bertemunya kedua trase, dengan menempati lebih dari 100 bidang tanah.

Sementara pembebasan lahan di kedua trase ini ditargetkan selesai dua tahun setelah IPL terbit. “Untuk pembebasan lahan, maksimal dua tahun setelah terbitnya IPL baik trase Jogja-Solo maupun Jogja-Bawen,” ujarnya.