Advertisement

Jadi Pertemuan Dua Jalan Tol, Desa Ini Harus Lepaskan Banyak Lahan untuk Proyek Tol Jogja

Lajeng Padmaratri
Jum'at, 10 Juli 2020 - 14:27 WIB
Budi Cahyana
Jadi Pertemuan Dua Jalan Tol, Desa Ini Harus Lepaskan Banyak Lahan untuk Proyek Tol Jogja Ilustrasi - JIBI/Nicolous Irawan

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Tirtoati, Kecamatan Mlati, Sleman, menjadi desa di DIY yang banyak lahannya digunakan untuk jalur tol. Di desa ini akan melintas Tol Jogja-Solo dan juga Jogja-Bawen.

Di Tirtoadi akan dibangun simpang susun dan menjadi titik pertemuan antara Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen. Jalan tol akan dibangun di atas Selokan Mataram. Tol Jogja-Bawen yang melintasi DIY paling banyak memakan bidang tanah di Desa Tirtoadi. Sedikitnya 277 bidang tanah di desa ini akan dipakai untuk jalur Tol Jogja-Bawen.

Advertisement

BACA JUGA: Patut Dicontoh! Karang Taruna Kepuharjo Sleman Sukses Bangun Lapangan Bola ala Eropa

Berdasarkan data Dispertaru DIY, jalan Tol Jogja-Bawen akan melewati tiga kecamatan di Sleman, yakni Tempel, Seyegan, dan Mlati dan Di Kecamatan Tempel, tol akan melewati Desa Banyurejo (166 bidang lahan), Tambakrejo (88 bidang), dan Sumberrejo (12 bidang). Di Kecamatan Seyegan, Tol Jogja-Bawen akan melintasi Desa Margokaton (190 bidang), Margodadi (76 bidang) dan Margomulyo (106 bidang). Sementara untuk Kecamatan Mlati, jalur tol ini hanya melewati Desa Tirtoadi.

Rencana pembangunan Tol Jogja-Bawen segera disosialisasikan di desa-desa yang dilewati di Kabupaten Sleman pada bulan ini. Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY Krido Suprayitno mengatakan sosialisasi akan melibatkan pemilik lahan yang terdampak atau pihak yang diberi kuasa.

BACA JUGA: Pembebasan Lahan Agustus, Tol Jogja-Solo Mulai Dibangun November Tahun Ini

“Kami akan mengadakan sosialisasi itu di desa sesuai jadwal, baru pekan ketiga Juli. Besok ketika sosialisasi kami melibatkan pemilik lahan atau yang diberi kuasa, para warga terdampak,” kata Krido yang juga bertindak sebagai Sekretaris Tim Persiapan Tol Trase Jogja-Bawen ketika dihubungi Harian Jogja melalui ponsel pada Kamis (9/7/2020).

Saat sosialisasi, pihaknya akan mengidentifikasi apakah ada objek tertentu yang dilewati trase tol ini, mulai dari rumah ibadah dan lembaga pendidikan.

BACA JUGA: HASIL KAJIAN BI: 24,6% Duit Mahasiswa Jogja Terkuras untuk Gaya Hidup

"Kalau ada rumah ibadah atau sekolah yang dilewati tol, kami harus melihat kondisi di lapangan ketika sosialisasi. Termasuk apakah terkena halamannya saja atau bangunannya," ujarnya.

Menurutnya, akan ada perlakuan berbeda pada objek yang dilewati tol berkaitan dengan pembebasan lahan. Sebuah bangunan tidak akan serta-merta langsung dipindah jika terkena imbas pembangunan tol, sebab harus diperhitungkan dulu apakah hanya terimbas sekian meter pada terasnya atau keseluruhan area.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Buaya Australia Masuk Perairan NTT Melalui Lautan, Ini Langkah yang Diambil

News
| Rabu, 28 Februari 2024, 21:07 WIB

Advertisement

alt

Melihat Kemeriahan Cap Go Meh di Kelenteng Sijuk

Wisata
| Sabtu, 24 Februari 2024, 22:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement