Objek Wisata di Kulonprogo Belum Buka, Ini Alasannya

Fasilitas untuk menunjang penerapan protokol kesehatan di pintu masuk objek wisata alam Hutan Mangrove Pantai Pasir Kadilangu, Kapanewon Temon, seperti terlihat, Jumat (10/7/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
10 Juli 2020 22:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Sejumlah objek wisata (obwis) di Kulonprogo telah menggelar simulasi penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Meski demikian, hingga saat ini obwis belum dibuka karena masih menunggu keputusan dari Pemda DIY.

"Untuk pembukaan destinasi wisata kami masih menunggu standar operasional prosedur [SOP] dari Gubernur DIY," kata Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kulonprogo, Yudono Hindri Atmoko, saat meninjau penerapan protokol kesehatan di objek wisata alam Hutan Mangrove Pantai Pasir Kadilangu, Kapanewon Temon, Jumat (10/7/2020).

Yudono mengatakan secara umum obwis di Kulonprogo, baik yang dikelola pemerintah maupun masyarakat sudah menerapkan protokol kesehatan yang dibuktikan dengan simulasi uji coba pembukaan. Simulasi ini merupakan tahapan yang harus dilalui sebelum objek wisata dibuka untuk umum di masa pandemi Covid-19.

Adapun obwis yang melaksanakan simulasi antara lain Pule Payung, Kalibiru dan Pantai Glagah. Objek wisata lain yang sudah menerapkan protokol kesehatan, tetapi belum menggelar simulasi salah satunya wisata alam Hutan Mangrove Pantai Pasir Kadilangu.

Yudono, mengatakan pemberlakuan protokol kesehatan di Pantai Pasir Kadilangu tergolong cukup baik. Selama berada di area wisata, pengunjung wajib mengenakan masker dan mencuci tangan di tempat yang sudah disediakan pengelola. Setelah itu dilanjutkan pengecekan suhu tubuh menggunakan thermo gun. Apabila suhu tubuh di bawah 37,5 derajat Celsius, pengunjung dipersilakan berwisata, tetapi jika di atas itu, pengunjung harus menunggu di tempat khusus sampai suhu berangsur normal. Pengelola juga memasang sekat pemisah antara pengunjung yang hendak masuk dan keluar untuk mengantisipasi adanya penumpukan massa. "Mangrove Pasir Kadilangu menggelar simulasi pekan depan bersama beberapa obwis lain di Kulonprogo," ujar Yudono.

Salah satu anggota pengelola, Suyadi, mengatakan sarana dan prasarana penunjang penerapan protokol kesehatan di Wisata Mangrove Pasir Kadilangu sudah disiapkan sejak jauh-jauh hari, dehingga pihaknya memastikan obwis ini aman untuk dikunjungi wisatawan. "Untuk pembukaan kami sudah siap tinggal menunggu instruksi dari Pemkab," ujarnya.

Jika kembali dibuka, maka ada pembatasan jumlah wisatawan. Jika sebelum ada Corona tempat ini mampu menampung 5.000 wisatawan, ke depan dibatasi maksimal hanya 2.500 orang. Pembatasan ini untuk menghindari kerumunan yang berpotensi menyebarkan virus Corona.