Selama Pandemi Covid-19, Penjualan Gas Elpiji di Kulonprogo Lesu

14 Juli 2020 07:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Pandemi Covid-19 turut mempengaruhi tingkat penjualan gas elpiji di pangkalan gas di Kulonprogo. Para pemilik pangkalan menyebut ada penurunan permintaan yang cukup signifikan.

Kurniawati, pemilik pangkalan elpiji di Jogoyudan, Wates mengungkapkan penjualan gas elpiji mulai mengalami penurunan sejak April 2020. Penurunan itu kata dia mencapai 50 persen dibanding sebelum wabah corona melanda.

Menurutnya penurunan ini disebabkan karena kebutuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terhadap gas lesu lantaran sepinya pembeli di masa pandemi. 

BACA JUGA : Subsidi Elpiji 3 Kg Akan Dicabut, Ini Kekhawatiran Sri Sultan 

"Sebelum ada corona, satu UMKM biasanya sekali ngambil bisa langsung empat gas, kalau sekarang cuma satu, paling banyak ya dua," ujarnya, Senin (13/7/2020).

Dampak penurunan daya beli tersebut, membuat Kurniawati sulit menghabiskan pasokan gas dari agen. Padahal, jumlah pasokan agen ke pangkalannya mencapai sekitar 1.500 tabung per bulan. Menyiasati itu, ia bekerjasama dengan pangkalan lain guna menghabiskan pasokan dari agen.

Selain itu terjadi penurunan harga jual gas ukuran tiga kilogram. Gas bersubsidi yang sebelumnya dipasarkan dengan harga Rp16.500 per tabung itu kini hanya bisa dijual dengan harga Rp15.500 per tabung.

BACA JUGA : Jelang Imlek, Stok Elpiji di DIY Dijamin Aman

Sementara itu, salah satu UMKM di Wates, Rahayu mengatakan dalam kondisi normal dia bisa menghabiskan sedikitnya tiga tabung gas melon dalam kurun waktu dua hari. Namun semenjak adanya pandemi Covid-19, pedagang angkringan di seputaran Pasar Wates ini hanya menggunakan dua gas melon untuk dua hari.

"Karena jualannya sepi, ya otomatis penggunaan gas juga lebih irit," katanya.