M-Posyandu Jadi Solusi Jaga Kesehatan Balita di Tengah Pandemi

M-Posyandu Gondomanan diresmikan oleh Wakil Ketua TP PKK, Poerwati Soetji Rahajoe pada Jumat (10/7/2020) di Pendopo Kelurahan Prawirodirjan, Gondomanan, Kota Jogja. - Harian Jogja/ Catur Dwi Janati.
15 Juli 2020 10:17 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, GONDOMANAN--Inovasi terus dilakukan Kecamatan Gondomanan, Kota Jogja di tengah pandemi yang belum kunjung usai. Kali ini Mubeng Posyandu (M-Posyandu) jadi solusi pelayanan kesehatan masyarakat tanpa menimbulkan kerumunan.

M-Posyandu Gondomanan diresmikan oleh Wakil Ketua TP PKK, Poerwati Soetji Rahajoe pada Jumat (10/7/2020) lalu berlokasi di Pendopo Kelurahan Prawirodirjan. M-Posyandu ini memiliki konsep di mana kader kesehatan mendatangi langsung rumah warga, sehingga warga tidak perlu mendatangi Posyandu yang dikhawatirkan menciptakan kerumunan. Dampaknya warga dapat melakukan pengecekan rutin dan perkembangan balita di masa pandemi.

"M-Posyandu merupakan upaya untuk mengurangi stunting terutama di wilayah Kota Jogja,"  jelasnya.  

Soetji salut dengan kemandirian warga dan karakter gotong royong yang dimiliki warga Jogjakarta. "Dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan, harapannya kegiatan M-Posyandu atau pemantauan balita ini selalu berjalan lancar," ujarnya.

Lebih lanjut Soetji mengimbau kepada masyarakat khususnya warga Gondomanan untuk selalu mematuhi protokol Covid-19. Menurutnya dengan mematuhi protokol kesehatan, hal tersebut dapat menjaga diri sendiri, keluarga, dan tetangga di lingkungan sekitar 

"Adanya M-Posyandu ini semoga warga lebih aktif menjalani pemeriksaan rutin dan balita terpantau setiap bulannya," ucapnya.

Dalam acara peresmian M-Posyandu, sekumlah alat pelindung diri seperti Face Shield, Glove, Hand Sanitizer, Hand Wash, dan alat-alat lainnya diberikan kepada kaser kesehatan. Tujuannya agar kader dapat menjalankan tugasnya dengan aman serta tetap melakukan protokol kesehatan selama bertugas.

Camat Gondomanan, Budi Santosa yang hadir dalam acara itu menyampaikan bahwa para kader kesehatan adakan melakukan pengukuran tinggi badan, penimbangan berat badan, hingga mengukur lingkar kepala balita. Di Gondomanan tercatat ada 25 Posyandu.

"Selain itu kader akan memberikan informasi kesehatan kepada warga serta melakukan Pemberian Makanan Tambahan [PMT],"  ujarnya.

Diterangkan Budi, M-Posyandu ini dilakukan karena anak-anak dinilai sangat rentan selama pandemi. Oleh karena itu, sistem M-Posyandu di mana kader langsung mendatangi rumah warga lengkap dengan alat pelindung diri, dirasa lebih aman serta dapat memastikan kesehatan balita.

"Harapannya semua orang tua juga mampu memberikan kualitas terbaik untuk balitanya," ujarnya.