Wisatawan yang Berlibur ke Jogja Harus Bawa Surat Sehat

Kawsan Titik Nol Kilometer dipenuhi wisatawan beberapa waktu lalu - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
15 Juli 2020 21:17 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi meninjau langsung Tempat Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali.

Hal ini dilakukan menyikapi wisatawan luar kota yang telah memasuki wilayah Jogja menggunakan moda transportasi darat.

Heroe mengatakan saat ini sudah banyak biro travel yang sudah mempromosikan liburan ke Jogja. Padahal dijelaskan Heroe, hingga saat ini destinasi wisata Kota Jogja masih masuk dalam masa uji coba terbatas. "Kami harapkan nanti yang dari luar itu nahan dulu sampai Agustus, tetapi dari rombongan keluarga atau kampung masih dimungkinkan," ujarnya pada Rabu (15/7/2020).

"Tapi kalau rombongan umum masih belum, yang kita harapkan yang rombongan umum jangan masuk Jogja, karena kita masih dalam penguatan protokol Covid-19," tambah Heroe.
Lebih lanjut Heroe menegaskan bagi rombongan wisatawan dari zona merah dan zona hitam, rombongan keluarga atau bukan harus membawa surat keterangan Rapid Diagnostic Test (RDT). Untuk wisatawan daripada zona kuning dan hijau diminta untuk membawa surat keterangan sehat.

Sementara untuk wisatawan mancanegara harus membawa surat PCR. "Kita memang membuka [destinasi] tetapi tahapan juta masih Jogja untuk Jogja, untuk uji coba, untuk penerapan terbatas," terangnya.

Saat wisatawan sampai di lokasi parkir, petugas akan mengecek kelengkapan dokumen seperti data penumpang dan surat keterangan sehat para penumpang. "Jadi tour leader-nya yang bertanggung jawab, jadi tidak satu-satu [penumpang] kami lihat [keterangan surat sehatnya], dan harus disertai daftar nama, alamat, nomor telepon, kalau tidak ada tidak boleh turun," jelasnya.

Dari tinjauan yang dilakukan Heroe di TKP Abu Bakar Ali, kawasan parkir harus memiliki Thermo Gun dan fasilitas cuci tangan. Selain itu, alur pengunjung masuk dan keluar dari kawasan parkir harus ada agar para wisatawan tidak berpapasan.