BPPTKG Sebut Terjadi Guguran Gunung Merapi

Gunung Merapi mengeluarkan awan panas dan lava pijar pada Senin (18/2/2019) pagi. Kondisi tersebut terpantau dari daerah Bimomartani, Ngemplak, Sleman. - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
16 Juli 2020 20:17 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan terjadi guguran di Gunung Merapi pada Rabu (15/7/2020) pukul 18.29 WIB.

Kendati demikian, Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, menjelaskan lokasi pasti terjadinya guguran tidak terlihat karena kendala cuaca. “Namun terdengar suara guguran dari Pos Babadan,” ujarnya.

Suara guguran tersebut kata dia, tidak tercatat secara pasti. Adapun aktivitas kegempaan sejak pukul 18.00 WIB terjadi satu kali gempa hybrid atau fase banyak dan dua kali gempa guguran. Pada hari itu, asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dengan ketinggian 20 meter di atas puncak kawah.

Adapun catatan gempa dalam sehari total terjadi dua kali gempa guguran, lima kali gempa hybrid atau fase banyak, tiga kali gempa vulkanik, empat kali gempa tektonik dan empat kali gempa hembusan. “Tingkat aktivitas level dua atau waspada,” katanya.

Sementara pada Kamis (16/7/2020) hingga pukul 12.00 WIB tercatat terjadi dua kali gempa hybrid atau fase banyak dan sekali gempa tektonik jauh. Secara visual, asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal setinggi 150 meter di atas puncak kawah.

Tingkat aktivitas masih sama yakni level dua atau waspada. Masyarakat diminta waspada akan potensi luncuran awan panas dari runtuhnya kubah lava dan jatuhan material vulkanik dari letusan eksplosif. “Area dalam radius 3 Km dari puncak agar tidak ada aktivitas manusia,” imbuhnya.