DIY Akan Gelar Pembelajaran Tatap Muka, Ini Respons Sekolah

Ilustrasi pembelajaran daring. - Harian Jogja/Desi Suryanto
17 Juli 2020 08:37 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Menanggapi rencana Pemerintah Daerah (Pemda) DIY untuk Kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka, sejumlah sekolah menyambut positif.

Kepala SMK N 2 Jogja, Dodot Yuliantoro, menuturkan pihaknya telah menyiapkan sejumlah sarana untuk pembelajaran tatap muka, seperti bilik disinfektan, thermogun 12 unit dan tambahan wastafel 21 unit di sekitar kelas.

BACA JUGA : Aplikasi Pembelajaran Daring untuk Siswa di Kota Jogja Akan

Ia mengungkapkan selama ini sudah banyak orang tua dan siswa yang mengeluh bosan belajar di rumah. Ditambah lagi, saat ini sudah banyak instansi yang telah menerapkan work from office (WFO) sehingga orang tua tidak bisa lagi mendampingi anaknya belajar di rumah.

Pembelajaran daring menurutnya juga kurang optimal untuk SMK khususnya yang berbasis teknologi seperti SMK N 2 Jogja. Pasalnya setiap pembelajaran membutuhkan praktek untuk meningkatkan keterampilan. “Banyak yang tidak terakomodir dalam sistem daring,” ungkapnya, Kamis (16/7/2020).

Kepala SMK N 6 Jogja, Wiwik Indriyani, menuturkan pihaknya siap dengan sistem pembelajaran tatap muka dan daring seperti rencana Pemda DIY. “Banyak mata pelajaran yang tidak bisa diterapkan jika hanya pakai sistem daring saja,” ujarnya.

BACA JUGA : Meski Zona Kuning, Sleman Tetap Pembelajaran Daring

Dari awal kata dia, sekolah telah mempersiapkan pembelajaran pada masa kebiasaan baru, mulai dari protokol Kesehatan, kurikulum, redesain jadwal dan blok sistem. Sementara materi pelajaran teori dan umum masih bisa dilaksanakan dengan sistem daring.

Ia menuturkan sebelum covid-19 para siswa juga sudah biasa menggunakan pembelajaran berbasis IT. “Bahkan dengan penilaian CBT [computer basic test], guru-guru kita bimtek dan diklat bagaimana cara mengajar secara daring yang menyenangkan,” katanya.