Wisatawan Masuk Jogja Akan Diperiksa Kelengkapan Dokumen Surat Sehat, Ini Sanksinya Jika Tidak Membawa

Sejumlah andong wisata mangkal di Jalan Malioboro, Jogja, Selasa (16/06/2020). - Harian Jogja/Desi Suryanto
17 Juli 2020 09:47 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Satgas Penanganan Covid-19 akan menerapkan segera sejumlah aturan termasuk memeriksa kelengkapan dokumen surat sehat wisatawan. Hal itu dilakukan seiring beredarnya sejumlah poster penawaran tour ke Jogja dari beberapa perusahaan bus maupun biro travel.

Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Heroe Poerwadi menegaskan dalam uji coba dan penerapan terbatas ini, wisatawan baik rombongan keluarga atau komunitas yang bersifat homogen masih diberi kesempatan untuk datang. Namun bagi rombongan umum seperti kelompok  wisatawan yang tidak dilakukan secara selektif dan berasal dari domisili yang berbeda-beda saat ini belum bisa masuk ke Jogja.

BACA JUGA : Wisatawan yang Berlibur ke Jogja Harus Bawa Surat Sehat

Namun Heroe secara tegas mengingatkan bagi siapapun yang datang dari luar kota termasuk wisatawan untuk wajib membawa surat sehat.

"Perlu kami sampaikan bahwa semua yang datang dari luar kota dan datang ke Jogja wajib membawa surat keterangan sehat, dari zona merah atau hitam wajib membawa hasil rapid test, yang dari luar negeri wajib membawa hasil PCR," tegasnya pada Rabu (15/7/2020).

Aturan tersebut telah tertuang seusai dengan Pergub DIY dan instruksi Walikota Jogja yang dituangkan dalam Perwal Kota Yogyakarta No 51 Tahun 2020.

"Bagi mereka yang tidak membawa, tidak bisa memasuk tempat-tempat wisata atau hotel, dan harus ikhlas tidak bisa turun dari kendaraan," tegasnya.

Heroe menjelaskan bagi penumpang yang dalam pemeriksaan suhu atau kesehatan juga harus siap untuk diminta periksa dan kembali ke tempat asal.

"Jika ada pengunjung kedapatan kasus covid-19, maka harus segera melakukan pemeriksaan kesehatan," jelas Heroe.

BACA JUGA : HARIAN JOGJA HARI INI - Wisatawan Harus Bawa Surat Sehat

Biaya kesehatan akan ditanggung secara mandiri oleh orang yang bersangkutan. "Dan tempat wisata atau hotel atau resto atau cafe atau tempat umum yang di tempatnya kedapatan terpapar Covid-19 akan dilakukan penutupan," imbuhnya.

Pemeriksaan kelengkapan dokumen akan dipertanggungjawabkan pada tiap pimpinan rombongan atau Tour Leader. Mereka diwajibkan menyerahkan data diri yang berisi nama lengkap, alamat dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

Penegakan pemeriksaan surat sehat wisatawan dikoordinasikan oleh petugas Tempat Khusus Parkir milik Pemkot Jogja dan komunitas. "Termasuk juga dengan hotel dan petugas di destinasi wisata, mereka punya Satgas Pencegahan Covid-19 di masing-masing tempat, itu lah poskonya," ujarnya.

"Wisatawan harus menyerahkan surat keterangan sehat atau hasil rapid test atau PCR kepada petugas hotel dimana menginap, petugas parkir dimana melakukan parkir di destinasi wisata dan wajib mentaati aturan protokol covid 19, seperti selalu melakukan scan QR Code di tempat-tempat yang tersedia," terang Heroe.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Association of The Indonesia Tours and Travel Agencies (Asita) DIY menyangkut perjalanan atau trip ke Jogja yang sifatnya rombongan umum.

"Bagi yang tidak menjalankan protokol Covid - 19, maka akan di beri sanksi sebagaimana aturan dalam Perwal dari teguran, ditutup, kerja sosial atau didenda administrasi berupa uang Rp100.000," ujarnya.

Penegasan itu bukan tanpa sebab, Heroe mengatakan hal itu dilakukan semata-mata sebagai upaya perlindungan bagi warga Kota Jogja dan untuk menyelamatkan semuanya. Saat ini ada beberapa destinasi wisata Kota Jogja yang telah resmi dibuka seperti Malioboro, Keraton, Taman Sari, Taman Pintar, dan Museum Sonobudoyo.

Kepala Bidang Pengelolaan Taman Pintar , Afia Rosdiana mengaku siap menerapkan pemeriksaan surat sehat kepada para pengunjung bila telah menjadi aturan dari Pemkot Jogja. Namun berdasarkan pantauan data Kode QR semenjak resmi kembali beroperasi, pengunjung Taman Pintar masih didominasi wisatawan asal DIY. "Kebanyakan rombongan keluarga, orang tua dengan anaknya," ujarnya.