Advertisement

22 Bandar Narkoba Dipindah dari DIY ke Nusakambangan

Newswire
Sabtu, 18 Juli 2020 - 19:27 WIB
Budi Cahyana
22 Bandar Narkoba Dipindah dari DIY ke Nusakambangan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Reynhard Silitonga (bermasker di depan mic). - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, CILACAP—Sebanyak 22 napi bandar narkoba dari lapas di DIY ke Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Selain memindahkan 22 bandar narkoba dari DIY, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham juga memindahkan ratusan napi lain dari berbagai lapas ke Nusakambangan.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Reynhard Silitonga mengatakan ada 228 napi yang telah dipindahkan dalam dua tahap ke Nusakambangan. Sebanyak 22 napi dari DIY, 75 napi dari Jakarta, dan 41 napi dari sejumlah lapas dipindahkan pada tahap pertama.

Sementara, 90 napi bandar narkoba dipindah dari lapas di Jawa Barat ke Nusakambangan pada tahap kedua. Saat memberi keterangan pers di Dermaga Wijayapura Cilacap, Sabtu (18/7/2020), Direktur Jenderal Pemasyarakatan Reynhard Silitonga mengatakan puluhan napi dari Jawa Barat dipindah pada pada Jumat (17/7/2020) malam dan tiba di Nusakambangan pada Sabtu (18/7/2020) dini hari.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Ia menyebutkan bandar-bandar narkoba dari Jawa Barat itu dipindahkan dari Lapas Kelas 1 Cirebon sebanyak 23 orang, Lapas Narkotika Kelas 2 Gunung Sindur sebanyak 13 orang, Lapas Narkotika Kelas 2A Cirebon sebanyak 12 orang, Lapas Kelas 2A Gunung Sindur sebanyak 5 orang, Lapas Kelas 2A Banceuy sebanyak 22 orang, dan Lapas Kelas 2 Karawang sebanyak 15 orang.

“Kami tegaskan ini bentuk keseriusan dan komitmen kami dari Ditjen Pemasyarakatan dalam memberantas peredaran narkoba di Indonesia. Dengan pemindahan ini, kami berharap peredaran narkoba di wilayah kita yang tercinta ini semakin berkurang,” katanya.

Reynhard mengatakan sebanyak 53 napi akan ditempatkan di Lapas Karanganyar dan sisanya di Lapas Narkotika, Nusakambangan.

“Hukumannya, hukuman mati dan hukuman seumur hidup serta ada juga yang di bawah itu hukumannya, tapi diidentifikasi menjadi pengendali narkoba di luar, sehingga yang bersangkutan juga dikirim ke Nusakambangan,” katanya.

Ia mengatakan proses pemindahan napi dari lapas asal menuju Nusakambangan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Airlangga Bertemu Puan, Buka Peluang Koalisi Pilpres 2024?

News
| Kamis, 29 September 2022, 23:57 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement