Indonesia 0-0 Malaysia, Media Vietnam Puji Penampilan Maarten Paes
Maarten Paes disorot media Vietnam setelah Indonesia menahan Malaysia 0-0. Paes dinilai berperan penting saat Garuda bermain 10 pemain.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL- Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bantul masih menunggu laporan dari pihak Puskesmas Kasihan I terkait dengan penutupan pusat layanan kesehatan tersebut Senin (20/7/2020) dan Selasa (21/7/2020) mendatang.
Sebab, sampai Minggu (19/7/2020) sore belum ada laporan dari pihak puskesmas terkait dengan penutupan layanan kesehatan, usai satu tenaga kesehatan (nakes) di tempat tersebut dinyatakan positif Covid-19.
“Kami masih menunggu laporan dari kepala puskesmas setempat. Sebab, sampai kini belum ada laporan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) terkait dengan rencana penutupan tersebut,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santosa.
Dengan pertimbangan tersebut, Oki-panggilan akrab Sri Wahyu Joko Santosa, pihaknya belum bisa memastikan melakukan tracing ke nakes lainnya di tempat tersebut. Hal sama juga belum bisa diterapkan ke lokasi sekitar rumah nakes yang terinfeksi Covid-19.
“Jadi semua masih proses. Kami tunggu dulu laporannya,” lanjut Oki.
Tak Semua Langsung Ditutup
Menurut Oki, tidak semua puskesmas harus ditutup usai salah satu nakes ataupun pegawainya positif Covid-19. Sebab, ada banyak pertimbangan yang dikeluarkan oleh Dinkes terkait penutupan puskesmas. Apakah penutupan ini berkaitan dengan sterilisasi, atau sudah sampai kepada pelayanan ke masyarakat.
“Seperti kemarin, di Pundong, tidak dilakukan penutupan. Ada komunikasi antara kepala puskesmas tersebut dengan kepala Dinkes. Hasilnya tidak perlu ditutup. Jadi untuk Puskesmas Kasihan I, ini kami masih menunggu laporannya,” ucap Oki.
Puskesmas Kasihan I terpaksa harus ditutup dari Senin (20/7/20/2020) dan Selasa (21/7/2020).
Hal ini menyusul adanya satu tenaga kesehatan (nakes) di puskesmas yang terletak di Ngentak, Bangunjiwo, Kec. Kasihan, Bantul, dinyatakan positif Covid-19.
“Iya, besok mulai ditutup. Penutupan selama dua hari untuk disinfektan dan disterilkan,” kata Camat Kasihan Slamet Santosa.
Ia mengungkapkan, tracing terhadap nakes yang dinyatakan positif Covid-19 telah dilakukan. Dari hasil tracing sementara didapatkan jika nakes tersebut tertular Covid-19 dari menantunya yang pulang dari Jakarta untuk menjenguk anaknya yang tinggal bersama di Pendowoharjo, Sewon.
“Saat ini tracing dari pihak Kecamatan Sewon dan Dinkes juga tengah dilakukan. Sementara puskesmas kami tutup,” lanjut Slamet.
Oleh karena itu, Slamet meminta kepada warga yang hendak mengakses layanan kesehatan di Puskesmas Kasihan I bisa memindahkan layanan ke Kasihan II. “Atau ke tempat lainnya. Sementara memang kami tutup selama dua hari,” ucap Slamet.
Kejadian penutupan puskesmas di Kasihan kali ini adalah kali kedua. Sebelumnya, pada Jumat (15/5/2020) lalu, Puskesmas Kasihan II sempat ditutup setelah dua tenaga medis di tempat tersebut dinyatakan positif Covid-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Maarten Paes disorot media Vietnam setelah Indonesia menahan Malaysia 0-0. Paes dinilai berperan penting saat Garuda bermain 10 pemain.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.
SPP-TDLN mulai memungut PPN transaksi digital luar negeri sejak 25 September 2026 dengan melibatkan perbankan dan fintech.
El Nino diperkirakan berdampak hingga 2027. Pemerintah diminta memperkuat mitigasi untuk menjaga produksi dan harga pangan.