Mantan Loyalis PDIP Chang Wendriyanto Mendukung Suharsono di Pilkada Bantul

Bupati Bantul Suharsono dalam acara Sarasehan Reformasi Total Koperasi di Era Revolusi Industri 4.0 di Ruang Mandala Saba, kompleks Pemerintahan Kabupaten Bantul, Senin (17/6/2019).- Harian Jogja - Ist
20 Juli 2020 22:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Bantul Suharsono-Totok Sudarto meresmikan Posko Relawan Gono Gini di Modalan, Banguntapan, Bantul. Posko pemenangan tersebut diketuai oleh mantan Komandan Satgas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kasani Suprobo dan Chang Wendriyanto sebagai dewan penasihatnya.

Chang Wendriyanto dulu merupakan loyalis PDIP. Ia adalah mantan politikus PDIP dan sempat menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY dari Fraksi PDIP dan mantan anggota DPRD Kota Jogja dari partai yang sama. Ia juga merupakan salah satu tokoh Tionghoa di DIY.

Chang mengaku bukan warga Bantul namun peduli dengan Bantul. "Kita realistis saja. Dimana kinerja Pak Suharsono sudah kelihatan, kenapa tidak diteruskan. Kecuali kita belum tau. Bantul sekarang semakin baik atau nggak? Kita menilai dari sana," kata Chang, Senin (20/7/2020).

Ia melihat Suharsono secara pribadi dan tidak melihatnya dari partai. Menurut dia sejauh ini kinerja Suharsono dalam memimpin Bantul cukup baik. Chang tidak memungkiri ada kekurangan dari Suharsono namun kekurangan itu tidak lantas menggantinya. Sementara penggantinya juga belum jelas teruji.

"Jangan pilih kucing dalam karung. Belum tentu [penggantinya lebih baik] seperti apa? Kalau ternyata gagal? Kalau Suharsono kan sudah kelihatan," klaim Chang.

Sementara itu Ketua Relawan Gono Gini, Kasani Suprobo menilai saat ini sosok Suharsono yang harus melanjutkan kepemimpinan Bantul sampai 2024 mendatang agar pembangunan Bantul tidak terhenti. Menurut dia, masa ideal kepemimpinan bupati adalah 10 tahun, karena kalau hanya lima tahunan sulit untuk mewujudkan visi misi mensejahterakan Bantul.

Maka, "Saya terus terang saja, terpanggil hati saya untuk mengkoordinir rekan-rekan saya mendukung Sumarsono-Totok," kata Kasani. Ia mengatakan Relawan Gono Gini sudah ada di 17 kecamatan di Bantul dan sebagian besar pengurusnya sudah sepuh namun masih peduli terhadap Bantul.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDIP Bantul, Hanung Raharjo mengatakan sah-sah saja siapapun untuk mendukung pasangan calon bupati dan wakil Bupati Bantul karena itu hak pribadi seseorang untuk menentukan pilihan. Namun ia menegaskan bahwa Chang Wendriyanto saat sudah bukan anggota PDIP.

Demikian Kasani Suprobo, Hanung mengaku tidak memgetahui personalnya. Akan tetapi jika mengaku sebagai anggota PDIP dan memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) partai semestinya mengikuti arah dan kebijakan partai. "Ketika bicara PDI Perjuangan secara stukrutal dan keanggotaan masih solid. ketika ada yang tak mendukung dipertanyakan keanggotaannya," kata Hanung.

Hanung memastikan semua kader PDIP dari struktural sampai simpatisan sampai saat ini solid dan mendukung keputusan partai dan siap mengawalnya. Sebagaimana diketahui, PDIP sudah merekomendasikan Abdul Halim Muslih dan Joko Purnomo sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati Bantul.

Selain diusung PDIP, Halim-Joko diusung Partai Kebangkitan Bangsa. Pasangan ini sudah mengantongi 17 kursi DPRD Bantul. Sementara pasangan Suharsono-Toto sudah memastikan diusung Gerindra, Nasdem, Golkar, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS)