Kemarau, Kasus Kebakaran Lahan di Gunungkidul Melonjak
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Bakal Pasangan Calon PDI Perjuangan Bambang Wisnu Handoyo-Benyamin Sudarmadi bersama dengan Ketua DPC PDI Perjuangan Gunungkidul, Endah Subekti Kuntarningsih. /Harian Jogja-David Kurniawan.
Harianjogja.com, JOGJA--Kepala Badan dan Keuangan Aset (BPKA) DIY, Bambang Wisnu Handoyo siap mundur kapan saja dari PNS setelah terpilih sebagai bakal calon bupati dari PDI Perjuangan. Sesuai dengan rekomendasi dari DPP, BWH akan berpasangan dengan Benyamin Sudarmadi.
Dia mengakui tugas sebagai abdi negara akan berakhir pada 31 Oktober mendatang. Namun sesuai aturan dalam pencalonan maka, calon yang berasal dari anggota dewan, PNS atau TNI-Polri diharuskan mundur.
BACA JUGA : Sah! Bambang Wisnu-Benyamin Resmi Diusung PDIP
"Saya siap mundur kapan saja. Bahkan kalau besok partai meminta mundur, maka saya akan lakukan," kata BWH di sela-sela Konsolidasi DPC PDI Perjuangan di rumah makan Padmo, Kalurahan Ngawis, Karangmojo, Sabtu (18/7/2020).
Dia menjelaskan, untuk memuluskan menjadi orang nomor satu di Gunungkidul sudah menyiapkan berbagai program. Adapun fokus utama pada upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program pendidikan. Selain itu, BWH juga berkomitmen untuk mewujudkan keadilan ekonomi bagilmasyarakat dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang dimiliki.
"Kalau hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi mudah, karena dengan bandara maka perekonomian akan tumbuh. Tapi, kalau untuk mewujudkan keadilan ekonomi butuh komitmen yang kuat," ungkapnya.
BACA JUGA : Resmi Diputuskan! Ini Tiga Calon Bupati Sleman, Bantul dan
Meski demikian, ke depannya juga tidak melupakan pengembangan sektor kepariwisataan yang selama menjadi tumpuan. "Sektor pariwisata bisa dikombinasikan dengan pengembangan pendidikan sehingga nantinya warga menikmati hasilnya," katanya.
Terkait pencalonan dirinya dari PDI Perjuangan, mengaku sejak lama ingin masuk ke struktural PDI Perjuangan namun dirinya malah ditunjuk sebagai kandidit bakal calon bupati. Keputusannya untuk maju sebagai calon bupati semata-mata karena ingin bermanfaat bagi masyarakat luas, utamanya Gunungkidul. "Ada satu hal yang tidak bisa saya jawab manfaatmu selama hidup, harapan saya bisa bermanfaat itu saja," katanya.
Ketua DPC PDI Perjuangan Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, pasca turunya rekomendasi langsung menggelar konsolidasi internal untuk pemenangan. Menurut dia, dengan sepuluh kursi perwakilan di DPRD Gunungkidul sudah bisa mengusung calon sendiri. Meski demikian, Endah tetap membuka kemungkinan bagi partai lain untuk bergabing.
BACA JUGA : Golkar Ingin Kuasai Bantul & Gunungkidul di Pilkada 2020
"Kami tetap membuka pintu koalisi dan saat ini sudah berkomunikasi dengan partai lain," katanya.
Untuk pilkada, Endah mengaku siap berjuang dalam upaya pemenangan pasangan BWH-Benyamin Sudarmadi. "Kita optimistis bisa menang di pilkada," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
KPU Kulonprogo menyiapkan kurikulum demokrasi yang terintegrasi dalam mata pelajaran Pancasila atau PKN di sekolah dan madrasah.
Sleman memberangkatkan 325 KK transmigran selama 2010-2024. Pemberangkatan terbanyak terjadi pada 2012 setelah erupsi Gunung Merapi.
PSIM Jogja menyisakan anggaran pemain untuk putaran kedua Super League 2026/2027 agar tetap memiliki ruang merekrut pemain baru.
Pemerintah kembali membuka war tiket Upacara HUT RI di Istana Merdeka. Sebanyak 8.100 peserta ditargetkan hadir pada 17 Agustus 2026.
Investasi di Gunungkidul semester pertama 2026 mencapai Rp487,6 miliar dan menyerap 10.738 tenaga kerja, didominasi PMDN dan PMA.