Geopark Gunungsewu Bersiap, Asesor UNESCO Kunjungi Gunungkidul
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Bakal Pasangan Calon PDI Perjuangan Bambang Wisnu Handoyo-Benyamin Sudarmadi bersama dengan Ketua DPC PDI Perjuangan Gunungkidul, Endah Subekti Kuntarningsih. /Harian Jogja-David Kurniawan.
Harianjogja.com, JOGJA--Kepala Badan dan Keuangan Aset (BPKA) DIY, Bambang Wisnu Handoyo siap mundur kapan saja dari PNS setelah terpilih sebagai bakal calon bupati dari PDI Perjuangan. Sesuai dengan rekomendasi dari DPP, BWH akan berpasangan dengan Benyamin Sudarmadi.
Dia mengakui tugas sebagai abdi negara akan berakhir pada 31 Oktober mendatang. Namun sesuai aturan dalam pencalonan maka, calon yang berasal dari anggota dewan, PNS atau TNI-Polri diharuskan mundur.
BACA JUGA : Sah! Bambang Wisnu-Benyamin Resmi Diusung PDIP
"Saya siap mundur kapan saja. Bahkan kalau besok partai meminta mundur, maka saya akan lakukan," kata BWH di sela-sela Konsolidasi DPC PDI Perjuangan di rumah makan Padmo, Kalurahan Ngawis, Karangmojo, Sabtu (18/7/2020).
Dia menjelaskan, untuk memuluskan menjadi orang nomor satu di Gunungkidul sudah menyiapkan berbagai program. Adapun fokus utama pada upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program pendidikan. Selain itu, BWH juga berkomitmen untuk mewujudkan keadilan ekonomi bagilmasyarakat dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang dimiliki.
"Kalau hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi mudah, karena dengan bandara maka perekonomian akan tumbuh. Tapi, kalau untuk mewujudkan keadilan ekonomi butuh komitmen yang kuat," ungkapnya.
BACA JUGA : Resmi Diputuskan! Ini Tiga Calon Bupati Sleman, Bantul dan
Meski demikian, ke depannya juga tidak melupakan pengembangan sektor kepariwisataan yang selama menjadi tumpuan. "Sektor pariwisata bisa dikombinasikan dengan pengembangan pendidikan sehingga nantinya warga menikmati hasilnya," katanya.
Terkait pencalonan dirinya dari PDI Perjuangan, mengaku sejak lama ingin masuk ke struktural PDI Perjuangan namun dirinya malah ditunjuk sebagai kandidit bakal calon bupati. Keputusannya untuk maju sebagai calon bupati semata-mata karena ingin bermanfaat bagi masyarakat luas, utamanya Gunungkidul. "Ada satu hal yang tidak bisa saya jawab manfaatmu selama hidup, harapan saya bisa bermanfaat itu saja," katanya.
Ketua DPC PDI Perjuangan Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, pasca turunya rekomendasi langsung menggelar konsolidasi internal untuk pemenangan. Menurut dia, dengan sepuluh kursi perwakilan di DPRD Gunungkidul sudah bisa mengusung calon sendiri. Meski demikian, Endah tetap membuka kemungkinan bagi partai lain untuk bergabing.
BACA JUGA : Golkar Ingin Kuasai Bantul & Gunungkidul di Pilkada 2020
"Kami tetap membuka pintu koalisi dan saat ini sudah berkomunikasi dengan partai lain," katanya.
Untuk pilkada, Endah mengaku siap berjuang dalam upaya pemenangan pasangan BWH-Benyamin Sudarmadi. "Kita optimistis bisa menang di pilkada," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Polresta Sleman menyita 833 botol miras ilegal selama Oktober 2026. Razia menyasar warung, tempat usaha hingga gudang penyimpanan.
Oase Malioboro hadir sebagai destinasi wisata baru di Jogja dengan pertunjukan seni, budaya Jawa, teknologi imersif, dan ruang hijau.
Simulasi UMP 2027 jika naik 9,5% menempatkan upah minimum Jogja sebesar Rp2,64 juta. Cek proyeksi 38 provinsi lainnya.
Cheers Water mendukung Erafone Run 2026 di Museum Gunungapi Merapi dengan menyediakan air mineral dan fasilitas water station untuk memenuhi kebutuhan hidrasi r
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Minggu (1/11/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis