Dinas Koperasi dan UKM DIY Ajak UMKM Terapkan Protokol Kesehatan Menuju Adaptasi Kebiasaan Baru

Sosialisasi protokol kesehatan pada PKL di kawasan perkotaan Yogyakarta. - Ist
21 Juli 2020 10:37 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pertengahan bulan Juli 2020, BPS DIY merilis bahwa tingkat kemiskinan DIY semakin meningkat atau jumlah penduduk miskin semakin bertambah.  Peningkatan angka kemiskinan ini seiring dengan melemahnya perekonomian daerah selama enam bulan terakhir, yang menunjukkan pertumbuhan minus atau mengalami kontraksi. 

Sementara pada sisi lain, kasus pandemic covid-19 masih belum menunjukkan penurunan yang signifikan.  Bahkan penambahan jumlah kasus positif covid-19 masih cenderung meningkat, seiring dengan semakin masifnya tes kesehatan kepada masyarakat yang sudah memulai adaptasi kebiasaan baru.

Fakta tersebut menegaskan bahwa kebijakan penanganan aspek kesehatan juga harus beriringan dengan pemulihan perekonomian.  Ini adalah pilihan sulit yang harus diambil untuk menyelamatkan tata kehidupan rakyat, yang mengalami ancaman pada aspek kesehatan dan juga penurunan gerak perekonomian wilayah.

Maka, pelaku penggerak ekonomi daerah yang didominasi oleh UMKM juga harus bersiap untuk berbenah. Geliat usaha UMKM yang mulai berupaya bangkit di tengah lesunya ekonomi, karena belum pulihnya sektor pariwisata dan dunia pendidikan, harus disokong dengan mengoptimalkan bisnis secara digital.

Kampanye Pemerintah Daerah, melalui Dinas Koperasi UKM DIY dalam mendorong transaksi digital melalui pemberian fasilitas bebas ongkos kirim (free-ongkir) juga terus berjalan.  UMKM masih diberi kesempatan untuk mendaftarkan produk mereka pada aplikasi sibakuljogja.jogjaprov.go.id atau playstore JOGJAKITA. 

Transaksi selama satu setengah bulan terakhir, sudah menggerakkan ekonomi rakyat sebesar hampir Rp 600 juta, dari nilai ongkos kirim yang dibayarkan pemerintah daerah senilai Rp90 juta.  Baik UMKM maupun konsumen memiliki animo yang positif terkait kampanye program markethub melalui free-ongkir yang diinisiasi Dinas Koperasi UKM DIY dan cenderung terdapat permintaan untuk terus dilanjutkan pada era transisi penanggulangan tanggap darurat covid-19 hingga masa pemulihan nanti berlangsung.

Tentunya yang perlu ditambahkan dari kampanye free-ongkir adalah kemauan dan komitmen dari konsumen maupun UMKM untuk mematuhi protocol kesehatan.  Sebagai bentuk pembinaan kepada UMKM, Dinas Koperasi UKM DIY juga berupaya melakukan sampling kepada rumah produksi UMKM mitra sibakul yang mengikuti kampanye free-ongkir.  Sampling dilakukan oleh petugas Dinas Koperasi UKM DIY dalam rangka mengetahui tatakelola produksi atas barang maupun jasa yang dihasilkan, dengan mengunjungi lokasi usaha UMKM yang tersebar di wilayah DIY dan tetap memperhatikan SOP penanganan protokol kesehatan.

Selan itu, Dinas Koperasi UKM DIY dengan menggandeng dinas lain juga melakukan sosialisasi bagi UMKM yang beroperasi di sekitar destinasi wisata, untuk juga apabila berdagang di sekitar lokasi wisata, agar UMKM tetap menjalankan protokol kesehatan, seperti wajib untuk: (1) memastikan semua produk yang dijual sudah higienis, (2) menyiapkan tempat cuci tangan atau hand sanitizer, (3) memakai masker, (4) mencuci tangan, (5) menjaga jarak aman, (6) menggunakan sarung tangan saat melayani konsumen, (7) membersihkan peralatan yang sudah dipakai dengan air mengalir, dan (8) menggiatkan transaksi digital atau online.

Sosialisasi terus digiatkan Dinas Koperasi UKM DIY dengan menyasar pada pusat keramaian di perkotaan Yogyakarta maupun destinasi wisata yang tersebar pada pelosok DIY.  Hal ini terus digiatkan secara terus menerus, melalui media massa maupun media elektronik, untuk memberikan sosialisasi sekaligus penyadaran bahwa ekonomi dapat tetap tumbuh dengan catatan wajib berpijak pada protocol kesehatan, sebagai bentuk adaptasi kebiasaan baru.  Semoga pandemic covid-19 ini segera berlalu dan UMKM bisa bertahan melewati resesi dengan produktif, kreatif, inovatif, dan aman.