Pengendara Motor Terjatuh ke Dalam Lubang Galian Pipa PDAM Saat Melintas di Jembatan Sayidan

Sejumlah personel Satlantas Polresta Yogyakarta saat melakukan pemasangan water barrier di galian pipa PDAM Kota Yogyakarta yang berada di sebelah barat Jembatan Sayidan Sayidan, Prawirodirjan, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Selasa (21/7/2020).-Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo
21 Juli 2020 16:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Dua orang pengendara motor berboncengan yang ingin melintas di jembatan Sayidan, Prawirodirjan, Gondomanan, Kota Yogyakarta terjatuh ke dalam galian pipa PDAM Kota Yogyakarta pada Senin (20/7/2020) pukul 21.00 malam. Keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta.

Kanit Laka Polresta Yogyakarta Iptu Annas MZ mengatakan jika kedua korban yang berboncengan dengan sebuah sepeda motor dan terjatuh ke dalam galian pipa PDAM yang berada di sebelah barat jembatan Sayidan tersebut diantaranya pengendara motor bernama Tular Sudarmadi, 57, warga Suryodiningratan, Mantrijeron, Yogyakarta. Kemudian, korban kedua yang dibonceng adalah Lusiyani Budi Satia, 55, warga Suryodiningratan, Mantrijeron, Yogyakarta.

"Kedua korban mengalami luka ringan dan dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta," ujar Iptu Annas MZ, Selasa (21/7/2020).

Adapun, kronologi kejadian jatuhnya pasutri tersebut semula kendaraan sepeda motor Honda Supra X nopol AB-6828-JF yang dikemudikan oleh Tular Sudarmadi yang berboncengan dengan Lusiyani Budi Satia melaju di Jl. Panembahan Senopati dari arah barat ke timur.

"Namun, sesampainya di depan rumah No. 37 (depan Warung Nasi Padang) pengendara motor membentur pengaman lubang galian PDAM dan terjatuh ke dalam lubang galian PDAM," terangnya.

Adapun, Kanit Dikyasa Satlantas Polresta Yogyakarta AKP Marija mengatakan jika rambu-rambu lalu lintas di sekitar proyek galian pipa PDAM Kota Yogyakarta di jembatan Sayidan memang dinilainya belum lengkap.

"Kami sampaikan kepada pelaksana proyek untuk menambah rambu-rambu lalu lintas untuk peringatan terhadap pengendara motor supaya dipasang. Jangan sampai tidak dipasang," imbuhnya.

Ketika malam menjelang, pengendara cenderung tidak terlalu memperhatikan kondisi di sekitar galian pipa PDAM Kota Yogyakarta. Hal tersebut dikarenakan, galian yang berada di sebelah barat Jembatan Sayidan tersebut berada di dekat dengan simpang empat Gondomanan. Pengendara motor cenderung memacu kendaraannya dari arah barat selepas lampu hijau menyala.

"Sementara ini akan kami buat rekayasa pemasangan water barrier sebelum galian PDAM Kota Yogyakarta sehingga pengendara motor bisa memperlambat kecepatannya, karena selepas lampu hijau menyala pengendara kendaraan bermotor cenderung memacu kecepatannya dari arah barat," jelasnya.

Idealnya, lanjut Marija, 50 sampai dengan 75 meter sebelum galian PDAM Kota Yogyakarta sudah terdapat rambu peringatan agar masyarakat berhati-hati saat melewati galian.

"Kami minta segera direalisasi pemasangan rambu peringatan oleh pelaksana proyek," tandasnya.

Sementara itu, salah satu warga yang ada di sekitar tempat kejadian perkara jatuhnya pasutri ke dalam galian pipa PDAM di sekitar jembatan Sayidan bernama Sulis, 20, mengatakan jika pekerjaan galian yang berada tepat di depan warung makan Nasi Padang tempatnya bekerja dimulai pada tanggal 10 Juli lalu.

"Sebelumnya memang ada kejadian juga tapi tidak sampai terjatuh, sebuah mobil menabrak rambu-rambu," ujar Sulis saat dikonfirmasi pada Selasa (21/7/2020).

Sulis juga menyebutkan jika keadaan di sekitar jembatan Sayidan juga menjelang malam cenderung remang-remang. Lampu jalan tidak terlalu membantu penglihatan pengendara kendaraan bermotor di malam hari.

"Kalau yang motor terjatuh itu kan kejadiannya pada Senin (20/7/2020) sekitar jam 21.00 malam. Kebetulan warung kami belum tutup waktu kejadian motor terjatuh, warung kami juga kebetulan tutupnya jam 10 malam," sambung Sulis.

Ketika kejadian pengendara motor terjatuh ke dalam sebuah galian pipa PDAM di jembatan Sayidan, warga dan pengendara kendaraan bermotor yang kebetulan lewat langsung memberikan pertolongan kepada korban.

"Langsung pada turun memberikan pertolongan, kebetulan yang jatuh bapak-bapak dan ibu-ibu paruh baya, setahu saya yang bapak luka di bagian kakinya, sedangkan yang dibonceng lukanya di tangan," imbuhnya.

Galian yang hampir memakan habis jalan tersebut memaksa kendaraan bermotor khususnya sepeda motor melewati bagian utara galian yang bersinggungan dengan trotoar.

"Motornya ikut masuk ke dalam galian, motornya ditarik pakai tambang ke atas," ungkap Sulis yang bekerja sebagai pramusaji di warung makan Nasi Padang tersebut.

PDAM Belum Tes Pipa

Dikonfirmasi secara terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PDAM Kota Yogyakarta Majiya mengatakan jika proyek galian pemasangan pipa PDAM Kota Yogyakarta dari jembatan Sayidan ke Wirobrajan yang memakan korban tersebut sebenarnya sudah memasuki masa akhir pekerjaan.

"Insyaallah dalam waktu dekat maksimal satu Minggu ke depan sudah selesai. Berkaitan dengan kecelakaan yang terjadi pada Senin (20/7) malam kami dari manajemen PDAM Kota Yogyakarta mohon maaf kepada keluarga korban atas musibah ini," ujar Majiya saat dikonfirmasi di kantor PDAM Kota Yogyakarta, Selasa (21/7/2020).

Pihaknya tidak tinggal diam atas musibah yang terjadi kepada dua orang paruh baya tersebut. Kedua korban langsung mengantarkan kedua korban ke RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Bantuan langsung diberikan kepada kedua korban. Pihak keluarga korban juga telah menyadari jika insiden tersebut adalah musibah.

"Walaupun bapak dan ibu tersebut sebenarnya lewat di jalan yang seharusnya tidak boleh untuk dilewati, kebetulan ada mobil di sebelah timur galian dan menghambat laju mereka, akhirnya karena tidak bisa menahan beban mereka kemudian terjatuh," jelasnya.

Majiya mengatakan, proyek galian pipa PDAM Kota Yogyakarta belum rampung dikarenakan pihaknya masih harus melakukan tes pipa apakah sudah berjalan dengan semestinya. Pihak kepolisian juga telah meminta kami untuk segera bisa diselesaikan.

"Semoga di minggu ini bisa clear semua, kenapa galiannya masih dibuka karena kami belum melakukan tes pipa. Galiannya sendiri sebenarnya ada enam titik, warga kami imbau untuk berhati-hati saat melewati galian proyek," tutupnya.