KPU Gunungkidul Pastikan Tak Ada PPDP Reaktif Corona

Ilustrasi - Harian Jogja/Desi Suryanto
22 Juli 2020 15:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani memastikan tidak ada petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) yang reaktif Corona. Hasil ini diketahui setelah 1.907 petugas melakukan rapid test massal sebelum pelaksanaan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih.

“Tidak ada petugas yang kami ganti karena hasil tes cepat semuanya negatif. Jadi, PPDB sudah mulai bekerja untuk verifikasi data pemilih,” kata Hani kepada wartawan, Rabu (22/7/2020).

Dia mengatakan rapid test dilaksanakan sebagai upaya pencegahan penularan virus Corona. Sejak pandemi, tahapan pilkada dihentikan dan saat dilanjutkan pelaksanaan harus mematuhi protokol kesehatan dalam setiap tahapannya.

Hani mengungkapkan penerapan protokol kesehatan tidak hanya berupa rapid test. PPDP juga dilengkapi dengan perlengkapan seperti masker, pelindung wajah, sarung tangan hingga hand sanitizer. “Perlengkapan ini wajib dibawa saat petugas melakukan pendataan dengan pengecekan terhadap calon pemilih,” katanya.

Penerapan protokol kesehatan tidak hanya berlangsung saat coklit data pemilih, tetapi juga saat proses verifikasi faktulan berkas dukungan bakal pasangan calon independen juga diberlakukan sama. “Proses verifikasi dukungan calon independen sudah selesai dan hasilnya juga sudah diserahkan ke masing-masing bapaslon. Untuk saat ini, kami memberikan kesempatan perbaikan karena dari hasil verifikasi belum ada yang memenuhi persyaratan untuk maju,” kata Hani.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh anggota KPU Gunungkidul, Asih Nuryanti. Menurut dia, seluruh PPDP dilengkapi dengan alat perlindungan diri guna mencegah penyebaran Corona.

Total petugas yang diterjunkan untuk coklit sebanyak 1.907. Verifikasi data pemilih sudah dilakukan mulai Rabu (15/7/2020) hingga 13 Agustus mendatang.

Asih pun optimistis proses coklit bisa selesai tepat waktu. Nantinya hasil verifikasi ini akan ditetapkan sebagai daftar pemilih sementara pilkada. “Prosesnya masih panjang dan pemutakhiran data pemilih akan terus dilakukan. Nantinya pada saat pengumuman daftar pemilih, kami juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menanggapi terhadap hasil yang ditetapkan,” katanya.