Uang Rp4 Juta Milik warga Gunungkidul Rusak Dimakan Rayap Gegara Disimpan di Kresek

Uang milik Sunardi sebesar Rp4 juta yang rusak dimakan rayap/Ist
22 Juli 2020 17:57 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Nasib apes dialami Sunardi, 61, warga Kalurahan Putat, Patuk. Niatan untuk membangun halaman rumah gagal karena uang sebesar Rp4 juta yang disimpan dalam tas kresek rusak akibat dimakan rayap.

Peristiwa rusaknya 40 lembar pecahan uang Rp100.000 bermula saat Sunardi akan membeli semen pada Selasa (21/7/2020). Namun saat akan mengambil uang yang disimpan ternyata tak bisa digunakan karena semuannya.

Anak Sunardi, Andri Purwanto mengatakan, keluarga tidak ada yang tahu tempat menyimpan uang. Ia baru tahu saat diminta menukarkan uang ke Bank Indonesia di Kota Jogja karena rusak dimakan rayap. “Bapak sudah lama pindah rumah dan uangnya disimpan di rumah lama. Saat diambil ternyata sudah robek-robek semuanya karena dimakan rayap,” katanya kepada wartawan, Rabu (22/7/2020).

Menurut dia, akibat perisitiwa ini rencana membangun halaman gagal total. Hal ini dikarenakan uang yang rusak belum bisa ditukarkan karena layanan ditutup sementara. “Saya sudah datang ke kantor BI, tapi belum bisa dilayani untuk penukaran uang rusak,” ungkapnya.

Andri menuturkan, kejadian lucu berkaitan dengan uang yang menimpa bapaknya sudah sering terjadi. Kasus uang dimakan rayap hanya salah satu contoh, sebab sebelumnya juga pernah mengalami hal yang hampir serupa karena lupa menaruhnya.

Ia bercerita, bapaknya pernah menyimpan uang di saku baju seperti biasa. Baju itu pun diletakkan dengan sembarangan hingga akhirnya digunakan membuat orang-orangan sawah untuk menakut-nakuti burung. Peristiwa ini baru diketahui setelah beberapa hari orang-orangan sawah dipasang. Beruntungnya saat dicek uang tersebut masih tersimpan di saku.

“Beberapa tahun lalu juga pernah menyimpan uang sebesar Rp2,5 juta. Karena lupa dan tidak ada orang yang tahu, saat ditemukan sudah tidak beraku karena sudah diganti dengan pencahan baru,” kata Andri.