MLSC Jogja 2026 Jadi Panggung Bibit Sepak Bola Putri Menuju Timnas
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.
Petugas laboratorium Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta tengah membongkar, memeriksa dan mendata sampel swab Covid-19 yang dikirim oleh berbagai rumah sakit di DIY-Jateng, Senin (13/4/2020), di laboratorium BBTKLPP di Jalan Imogiri Timur, Banguntapan, Bantul.-Harian Jogja/Bhekti Suryani.
Harianjogja.com, SLEMAN- Masifnya swab massal yang dilakukan sejumlah Pemkab di DIY menyebabkan penumpukan sampel uji swab di lima laboratorium. Kondisi tersebut berdampak pada lamanya hasil uji swab suspect Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo mengakui hingga kini hasil uji swab bagi 12 ASN Dinas Koperasi dan UKM Sleman belum keluar. Penyebabnya, kata Joko, sampel yang dikirim Dinkes ke laboratorium penguji ditolak karena antrean sampel yang menumpuk. "Saat ini laboratorium penuh, banyak yang menolak termasuk sampel 12 ASN itu. Sudah seminggu lalu sampai hari ini belum ada hasilnya karena antriannya luar biasa," katanya Joko, Senin (27/7/2020).
Menurut Joko, di DIY terdapat lima laboratorium untuk pengujian sampel swab. Meliputi BBTKLPP, RSUP Sardjito, Laboratorium Mikrobiologi FKKMK UGM, Balai Besar Veteriner Wates dan RSPAU Hardjolukito. "Semua menolak sampel kiriman Sleman. Kami akhirnya berkomunikasi dengan laboratorium FKIK UMY dan mereka sanggup untuk menerima (sampel). Sehari bisa memeriksa 60-100 specimen," katanya.
Diakui Joko, kemampuan laboratorium uji swab di DIY masih terbatas. Kemampuan satu laboratorium dalam sehari hanya bisa menguji antara 200-300 pemeriksaan. Padahal banyak rumah sakit, Dinkes kabupaten yang melakukan swab massal, seperti Bantul dan Sleman.
Gagal Usung Ipar Jokowi di Pilkada Gunungkidul, Nasdem Kenalkan Mayor Sunaryanto
Bantul, katanya, semestinya memeriksa spesimen di laboratorium BBTKLPP sementara Sleman di laboratorium FKKMK UGM. "Tetapi sepekan terakhir BBTKLPP sudah tidak kuat menampung sampel dari Bantul. Makanya 600 sampel di BBTKLPP dikirim ke FKKMK UGM. Padahal di BBTKLPP kapasitas pengujiannya sangat besar dan tidak pernah libur," katanya.
Kondisi tersebut, menyebabkan penumpukan pengujian spesimen sehingga sampel yang dikirim dari Sleman pun ditolak (di FKKMK UGM). Menurut Joko selama ini laboratorium penguji terus melakukan pengujian banyak spesimen. Baik atas permintaan rumah sakit, Dinkes di DIY maupun specimen dari Jawa Tengah yang diuji oleh BBTKLPP.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.
Jadwal Asian Games 2026 hari ini, Selasa 22 September. Indonesia tampil di 17 cabor, termasuk bulu tangkis beregu putra dan putri.
IHSG melemah 0,88% ke 6.384,73 jelang RDG BI. Simak area support IHSG dan rekomendasi saham BIPI, IRSX, GDST, serta SMRA.
Asita DIY menyebut Kelok 23 berpotensi membuka koridor wisata Bantul-Gunungkidul dan memperpanjang lama tinggal wisatawan di DIY.
Banjir bandang menerjang kompleks perkantoran Bupati Solok. Kantor PUPR, kesehatan, BKD hingga DPRD terdampak, warga juga dievakuasi.
Lebih dari 1.600 karyawan Apple Italia mogok kerja saat peluncuran iPhone 18 Pro. Serikat pekerja menuntut perbaikan kondisi kerja.