Pemkab Gunungkidul Dorong Layanan Publik Berlandaskan Ngayomi dan Ngayemi
Pemkab Gunungkidul mendorong pemerintahan berkeadaban dengan prinsip mengayomi, ngayemi, dan ngayahi serta pengawasan yang berdampak nyata.
Wisatawan mengunjungi Pantai Kukup saat masa percobaan new normal, Gunungkidul, Minggu (28/6/2020)./Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Gunungkidul sudah ramai wisatawan. Baru dalam tahap uji coba pembukaan objek wisata selama masa adaptasi kehidupan baru (new normal), tempat jalan-jalan di kabupaten tersebut sudah dikunjungi lebih dari 100.000 pelancong.
Dinas Pariwisata Gunungkidul mecatatkan kunjungan sebanyak 100.089 pengunjung selama uji coba pembukaan destinasi wisata sejak 22 Juni lalu. Pendapatan Asli Daerah yang diraup Rp842.983.075.
BACA JUGA: Laboratorium Uji Swab Covid-19 Kelebihan Beban, Sampel dari Sleman Ditolak
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono, mengatakan sudah ada 25 destinasi wisata yang telah diuji coba untuk dibuka. Jumlah ini merupakan akumulasi dari objek wisata di Bumi Handayani mulai dari sektor pantai, penggunungan, susur sungai hingga destinasi wisata lainnya.
Sejak dibuka pertama kali pada Senin (22/6/2020) hingga sekarang total kunjungan mencapai 100.089 wisatawan. Destinasi pantai masih menjadi primadona karena mayoritas kunjungan banyak dilakukan ke kawasan pesisir. “Memang ada destinasi lain seperti Gunung Api Purba Nglanggeran, lembah Ngingrong atau cave tubing Kalisuci, tapi kunjungannya tak seramai di kawasan pantai,” kata dia, Senin (27/7/2020).
Hari menuturkan, pandemi Covid-19 sangat berdampak di sektor wisata. Selama beberapa bulan, objek wisata ditutup sehingga berpengaruh terhadap target PAD yang dimiliki dinas pariwisata. “Sekarang sudah mulai ada pemasukan. Total selama uji coba PAD yang masuk sebesar Rp842.983.075,” kata mantan Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata ini.
BACA JUGA: Kasus Positif Corona Indonesia Tembus 100.000 Lebih
Penyelenggaraan wisata selama uji coba harus menaati norma sesuai dengan protokol kesehatan untuk adaptasi kebiasaan baru. Protokol ketat ini dilakukan sebagai upaya dalam pencegahan penyebaran virus Corona.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti, mengatakan protokol kesehatan harus ditaati karena setiap pengunjung yang datang akan dicek suhu tubuh hingga wajib menggunakan masker. Selain itu, di setiap destinasi juga disediakan fasilitas cuci tangan hingga memberikan akses keluar masuk yang berbeda bagi pengunjung.
Jam operasional maupun jumlah pengunjung di destinasi juga dibatasi. Di kawasan Pantai Baron, jumlah kunjungan dibatasi sebanyak 5.000 orang per harinya. “Ini juga berlaku bagi destinasinya karena kapasititasnya dibatasi separuh dari kuota normal,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mendorong pemerintahan berkeadaban dengan prinsip mengayomi, ngayemi, dan ngayahi serta pengawasan yang berdampak nyata.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 1 November 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jam keberangkatan dari kedua stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 1 November 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 1 November 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap setiap stasiun.
WhatsApp Web bisa diakses melalui QR code atau nomor telepon. Simak cara login, menghubungkan perangkat, hingga logout dengan aman.
Pengguna Xiaomi, Redmi, dan Poco bisa mengurangi iklan serta menghapus aplikasi bawaan yang tidak diperlukan di HyperOS melalui langkah berikut.