Ini Penyebab Antrean di Laboratorium Uji Swab Covid-19

Ilustrasi sejumlah petugas saat melakukan pemeriksaan sampel di Laboratorium Virologi, BBTKLPP Yogyakarta, Rabu (18/3/2020). - Harian Jogja/Sunartono.
28 Juli 2020 06:57 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—FKKMK UGM memberikan penjelasan terkait banyaknya antrean laboratorium uji swab Covid-19.

Ketua Tim Laboratorium Covid-19 FK-KMK UGM, Titik Nuryastuti menjelaskan antrean itu dilatarbelakangi banyaknya tracing kontak dan surveillance yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan kabupaten/kota. Saat ini, spesimen yang diuji di laboratorium tersebut berasal dari sejumlah rumah sakit (RS) rujukan di DIY, puskesmas di Kulonprogo dan Kota Jogja, serta dari sejumlah puksesmas di Sleman.

BACA JUGA : Laboratorium Uji Swab Covid-19 Kelebihan Beban, Sampel

"Kami prioritaskan spesimen dari RS. Kalau dari rumah sakit ada 100 sampel, maka kami periksa 150 untuk dinas. Dari RS memang kami prioritaskan supaya tidak mengantre, karena spesimen dari pasien. Jangan sampai beban pasien di RS tinggi karena overload pasien. Kalau lewat dinas, itu biasanya OTG, jadi bisa isolasi mandiri," katanya, Senin (28/7/2020).

Titik mengakui laboratoriumnya membatasi sampel yang masuk dari Dinas Kesehatan kabupaten/kota supaya tidak terjadi penumpukan sampel swab. Kemampuan petugas di labnya yang hanya terdiri dari 12 laborat dan 4 admin dirasanya cukup menjadi kendala. Saat ini, ia tengah mengajukan permohonan penambahan sumber daya manusia ke Pemda DIY untuk labnya sejumlah 12 petugas.

BACA JUGA : Pemeriksaan Sampel Swab Covid-19 di Jogja Bakal Keluar

"Iya dari dinas kami batasi dulu, kalau RS enggak. Pengambilan swab itu perlu diatur, kalau bisa tidak bareng-bareng, tapi bertahap sesuai kapasitas lab. Sambil kami minta tambahan SDM ke Pemda DIY supaya kapasitas lab juga bisa bertambah," ujarnya.