Prabowo Sebut Rp700.000, Faktanya Upah Kupas Bawang Cuma Rp2.000
Upah kupas bawang Rp700.000 per kilogram disebut Prabowo. Di Pasar Legi Solo, jasa kupas bawang ternyata sekitar Rp2.000 per kilogram
Sri Sultan HB X/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA--Pariwisata di DIY belum akan dibuka secara penuh mengingat pandemi Covid-19.
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan HB X menegaskan sektor pariwisata di wilayahnya belum akan dibuka secara penuh. Hal ini diungkapkan Sri Sultan pada Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan Daerah Triwulan II Tahun 2020 yang digelar secara virtual pada Selasa (28/72020).
“Dalam pidatonya yang terakhir, Presiden sudah menegaskan, selain membicarakan sektor kesehatan karena pandemi Covid-19, ekonomi juga harus tetap jalan. Dan untuk masalah ekonomi ini, kami belum bersedia me-launching sektor pariwisata secara luas,” kata Sri Sultan dilansir dari website remsi Pemda Jogja, Rabu (29/7/2020).
BACA JUGA: Terpantau CCTV, Begini Kronologi Penemuan Bayi dalam Kardus di Godean
Menurut Sultan, Pemda DIY masih merasa keberatan jika sektor pariwisata dibuka total karena risikonya yang terlalu besar. Untuk itu, dia meminta agar pemerintah kabupaten/kota di DIY bisa melakukan pembukaan sektor pariwisata secara bertahap.
“Jadi silahkan kalau mau buka, tapi secara bertahap. Saya berharap bisa dilihat relevansinya. Dan yang terpenting risiko-risikonya harus sudah diminimalisir, karena yang berkunjung tidak hanya orang Jogja, tapi juga dari luar Jogja,” katanya.
Sri Sultan pun menegaskan, tidak ingin DIY ada pengalaman seperti negara-negara lain yang mengalami serangan kedua Covid-19. Saat tempat publik baru dibuka justru sudah harus ditutup lagi karena kemunculan Covid-19 gelombang kedua.
“Risiko-risiko semacam ini yang kita hindari agar tidak repot di belakangnya. Kalau sudah aman, nyaman, dan masyarakat terdidik dengan lebih baik, baru nanti kita perluas lagi,” ucapnya.
Selain itu, Sri Sultan kembali mengingatkan agar pemerintah kabupaten/kota maupun Pemda DIY bisa menggunakan APBD secara efektif dan efisien. Sri Sultan juga berharap semua pekerjaan yang sudah direncanakan bisa diselesaikan, baik program fisik maupun non fisik, termasuk untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT).
“Harapannya, pada kuartal ketiga dan keempat nanti, pertumbuhan ekonomi DIY tidak terlalu minus besar, syukur-syukur bisa plus,” kata Sri Sultan.
Berita ini telah tayang di iNews.id berjudul "Berisiko, Sri Sultan Belum Buka Sektor Pariwisata secara Penuh"
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : iNews.id
Upah kupas bawang Rp700.000 per kilogram disebut Prabowo. Di Pasar Legi Solo, jasa kupas bawang ternyata sekitar Rp2.000 per kilogram
Paul Pogba resmi berpisah dengan AS Monaco setelah kontraknya diputus melalui kesepakatan bersama. Pogba hanya tampil enam kali.
Pemkab Bantul menyiapkan kajian investasi di sekitar Kelok 23. Status lahan dan tata ruang akan dipetakan sebelum ditawarkan kepada investor.
OJK mengangkat Henry Rialdi sebagai Deputi Komisioner BMKS untuk memperkuat pengaturan dan pengawasan bursa mineral dan komoditas strategis.
PSS Sleman akan kembali menjalani laga uji coba pekan ini. PSM Makassar disinyalir menjadi calon lawan setelah berlatih di Sleman.
Karhutla kembali terjadi di Seloharjo, Pundong, Bantul. Damkarmat kesulitan memadamkan api karena lokasi berada di perbukitan tanpa akses mobil.