Ajak Masyarakat Sayangi Kucing, Begini yang dilakukan Edupets Jogja

Salah satu kegiatan rutin Street Feeding yang dilakukan anggota Edupets Jogja, belum lama ini. - Istimewa
01 Agustus 2020 21:47 WIB Salsabila Annisa Azmi Jogja Share :

Harianjogja.com, Jogja--Para pencinta kucing masih acap salah kaprah soal praktik sterisilasi. Akibatnya, overpopulasi kucing pun terjadi yang lantas memicu banyaknya kucing-kucing terlantar. Hal inilah yang menjadi alasan sejumlah orang yang tergabung dalam Edupets tak kenal menyerah mengedukasi masyarakat soal pengangkatan organ reproduksi kucing (sterilisasi).

Sekitar tiga tahun lalu, Ketua Edupets Jogja, Ary Rahayu banyak melihat fenomena memprihatinkan di lingkungan tempat tinggalnya. Banyak tetangganya yang memelihara kucing tetapi tidak pernah mau mensterilisasikan kucing mereka. Alasannya karena kasihan pada hewan peliharaan mereka jika kebutuhan biologisnya tak terpenuhi.

“Padahal itu pemikiran yang salah. Jika kucing tidak disterilisasi, beranak terus, yang akan terjadi ya overpopulasi. Kalau sudah begitu, mereka [pemilik] sendiri yang akan kewalahan dan akhirnya mereka membuang kucing-kucing itu di jalanan atau di pasar,” kata Ary saat ditemui Harianjogja.com di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta saat kegiatan Street Feeding (SF), Kamis (23/7/2020).

Ary mengaku miris melihat orang di sekelilingnya membuang kucing begitu saja, seolah mereka benda tak bernyawa. Aktif di grup Facebook pecinta kucing, Ary jadi kenal banyak dokter hewan yang peduli soal permasalahan overpopulasi. Ary pun berdiskusi panjang dengan mereka untuk membentuk sebuah program.

“Saya ajak diskusi untuk membuat layanan sterilisasi murah, saya beri nama Edupets Jogja. Saya awalnya sampai sosialisasikan layanan itu door to door, saya ketuk pintu tetangga satu-satu. Itu tantangannya sulit, masih banyak yang kasihan sama kucing mereka, atau menganggap biaya steril lebih baik dialokasikan untuk kebutuhan lainnya,” kata Ary.

Setelah layanan sterilisasi murah gagasannya digelar, tak disangka, banyak yang berdatangan membawa kucing mereka. Setelah selesai layanan, Ary mewadahi mereka dalam satu grup Whatsapp untuk berdiskusi dan bersilaturrahmi. Saat ini, ada tiga grup diskusi yang terbentuk dari kegiatan sterilisasi murah. 

Ratusan Sukarelawan

Anggota yang semangat dan selalu senang diskusi di grup-grup itu, akhirnya secara sukarela melakukan sosialisasi ke sekeliling mereka tentang bagaimana pentingnya sterilisasi kucing peliharaan. Akhirnya sosialisasi yang menemukan banyak tantangan berat menjadi semakin ringan.

“Mereka ada ratusan orang. Tidak hanya dari DIY, ada yang dari Temanggung, Semarang, Kebumen, Klaten dan Solo. Sebab di daerah mereka memang akses sterilisasi masih susah, kalau ada biayanya juga lumayan. Di sini mereka bisa dapat murah,” kata Ary.

Selain anggota grup diskusi, Edupets Jogja juga memiliki 15 sukarelawan yang tergabung dalam kegiatan Street Feeding. Kegiatan ini baru saja dilakukan saat pandemi Covid-19 melanda. Pasalnya sejak pandemi, seluruh kampus yang menjadi tempat tinggal banyak kucing liar terpaksa libur. Kantin pun libur sehingga kucing tak ada tempat mencari makanan.

Street Feeding kami lakukan di kampus-kampus, seperti ISI Jogja, UMY, dan Universitas Mercubuana. Sejak pandemi, kami rutin setiap hari memberi makan kucing kampus dengan sistem dua sif. Pagi dan sore hari. Kalau ada kucing yang sakit, kami periksakan ke dokter hewan,” kata Ary.

Dia mengatakan sukarelawan datang dari berbagai latar belakang profesi yang berbeda-beda, mulai dari pekerja kantoran, pemilik bisnis, hingga mahasiswa. Di Edupets Jogja, mereka murni menyumbangkan waktu dan tenaga. Biaya makanan kucing seluruhnya berasal dari kantong pribadi Ary yang sehari-hari membuka jasa penitipan kucing peliharaan.

“Kalau benar-benar kepepet, misalnya kucing yang harus ditolong jumlahnya banyak, baru kami open donasi. Termasuk ketika kami menemukan kucing sakit, seperti matanya keluar, kami umumkan di media sosial @edupetsjogja untuk buka donasi,” kata Ary. 

Di komunitas tersebut, kata dia, para anggota memiliki visi misi yang sama, yaitu kucing adalah makhluk hidup layaknya manusia. Mereka adalah sahabat manusia yang memiliki tugas mulia berkolaborasi dengan alam, salah satunya adalah penenang hati dan penghibur di kala sedih. Oleh karena itu, kucing harus dirawat dengan penuh kasih sayang.