Cahya Supriadi Perkuat Timnas Indonesia, PSIM Jogja Dukung Penuh
Kiper PSIM Jogja Cahya Supriadi resmi dipanggil memperkuat Timnas Indonesia di ASEAN Championship Hyundai Cup 2026 usai menerima surat dari PSSI.
Keistimewaan DIY./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—DPRD DIY meminta agar Pemda DIY tidak hanya mengedepankan tercapainya peningkatan keterserapan anggaran danai keistimewaan (danais). Namun sebaiknya lebih mengedepankan capaian sasaran terutama dalam mengurangi angka kemiskinan.
Wakil Ketua Komisi B DPRD DIY Dwi Wahyu menilai penggunaan danais sebaiknya jangan hanya mengdepankan serapan anggaran demi memenuhi target laporan kepada Pemerintah Pusat. Namun terpenting harus mengukur seberapa besar anggaran itu bisa tepat sasaran. Karena dengan tepat sasaran terutama menyasar titik kemiskinan akan lebih dirasakan masyarakat.
BACA JUGA : Pusat Tak Kunjung Cairkan Rp820 Miliar Danais untuk DIY
“Sehingga harus terukur terhadap peningkatan ekonomi, angka kemiskinan masih tinggi, kalau digelontorkan danais Rp1,32 triliun itu kira-kira berapa bisa menurunkan angka kemiskinannya, ini harus dikedepankan,” katanya Sabtu (1/8/2020).
Dwi menyarankan pentingnya dilakukan kajian terkait dampak danais untuk menurunkan angka kemiskinan, mengingat sejak 2013 DIY mendapatkan danais dari pusat. Ia menyadari bahwa penggunaan danais tersebut peruntukannya sudah diatur dalam perundangan, salah satunya untuk urusan budaya.
Ia menilai, urusan budaya sangat bisa untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, karena lebih dekat dengan kegiatan wisata. Namun berdasarkan pengamatannya, salah satu program kebudayaan didanai danais yang cukup bisa mendongkrak ekonomi adalah kegiatan pentas budaya.
BACA JUGA : Didanai Danais, 4 Proyek Berbiaya Miliaran di Kota Jogja Ini
Aktivitas budaya ini harus didorong untuk mendapatkan porsi yang lebih besar sehingga bisa menyasar banyak titik potensial untuk peningkatan ekonomi masyarakat.
“Untur ekonomi yang tepat yang dominan budaya, harapan kami bisa berkembang budaya ini tidak hanya seni di atas panggung tetapi juga pertanian, pariwisata. Penggunaan harus berorientasi pada kesejahteraan, jangan kedepankan serapan saja tetapi sasarannya yang utama,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kiper PSIM Jogja Cahya Supriadi resmi dipanggil memperkuat Timnas Indonesia di ASEAN Championship Hyundai Cup 2026 usai menerima surat dari PSSI.
CORE Indonesia menyebut masih ada 1 juta ton molase yang berpotensi mendukung bioetanol. Pemerintah menargetkan penerapan E10 mulai 2027.
Pilur Gunungkidul 2026 dipastikan tanpa perpanjangan pendaftaran. Sebanyak 99 bakal calon lurah mendaftar di 31 kalurahan.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti dan Menteri Pendidikan Singapura Desmond Lee memperkuat kerja sama pendidikan, AI, pembaruan MoU, dan akses belajar.
Korlantas Polri menegaskan informasi aturan baru denda ban gundul Rp250.000 adalah hoaks. Sanksi tersebut sudah diatur dalam UU LLAJ.
Febri Diansyah mengungkap alasan menerima penunjukan sebagai kuasa hukum eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan menegaskan fokus pada pembelaan hukum klien.