Dikukuhkan Guru Besar, Eks Ketua KY Usul Model Penyelesaian HAM Berat
Guru Besar UII Suparman Marzuki menawarkan transformasi berbasis memori untuk penyelesaian pelanggaran HAM berat di Indonesia.
Keistimewaan DIY./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—DPRD DIY meminta agar Pemda DIY tidak hanya mengedepankan tercapainya peningkatan keterserapan anggaran danai keistimewaan (danais). Namun sebaiknya lebih mengedepankan capaian sasaran terutama dalam mengurangi angka kemiskinan.
Wakil Ketua Komisi B DPRD DIY Dwi Wahyu menilai penggunaan danais sebaiknya jangan hanya mengdepankan serapan anggaran demi memenuhi target laporan kepada Pemerintah Pusat. Namun terpenting harus mengukur seberapa besar anggaran itu bisa tepat sasaran. Karena dengan tepat sasaran terutama menyasar titik kemiskinan akan lebih dirasakan masyarakat.
BACA JUGA : Pusat Tak Kunjung Cairkan Rp820 Miliar Danais untuk DIY
“Sehingga harus terukur terhadap peningkatan ekonomi, angka kemiskinan masih tinggi, kalau digelontorkan danais Rp1,32 triliun itu kira-kira berapa bisa menurunkan angka kemiskinannya, ini harus dikedepankan,” katanya Sabtu (1/8/2020).
Dwi menyarankan pentingnya dilakukan kajian terkait dampak danais untuk menurunkan angka kemiskinan, mengingat sejak 2013 DIY mendapatkan danais dari pusat. Ia menyadari bahwa penggunaan danais tersebut peruntukannya sudah diatur dalam perundangan, salah satunya untuk urusan budaya.
Ia menilai, urusan budaya sangat bisa untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, karena lebih dekat dengan kegiatan wisata. Namun berdasarkan pengamatannya, salah satu program kebudayaan didanai danais yang cukup bisa mendongkrak ekonomi adalah kegiatan pentas budaya.
BACA JUGA : Didanai Danais, 4 Proyek Berbiaya Miliaran di Kota Jogja Ini
Aktivitas budaya ini harus didorong untuk mendapatkan porsi yang lebih besar sehingga bisa menyasar banyak titik potensial untuk peningkatan ekonomi masyarakat.
“Untur ekonomi yang tepat yang dominan budaya, harapan kami bisa berkembang budaya ini tidak hanya seni di atas panggung tetapi juga pertanian, pariwisata. Penggunaan harus berorientasi pada kesejahteraan, jangan kedepankan serapan saja tetapi sasarannya yang utama,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Guru Besar UII Suparman Marzuki menawarkan transformasi berbasis memori untuk penyelesaian pelanggaran HAM berat di Indonesia.
Fabio Di Giannantonio juara MotoGP Catalunya 2026 usai balapan penuh drama. VR46 kian kuat, peluang juara dunia terbuka.
BI-Rate naik 5,25%. Ekonom nilai langkah tepat, rupiah diprediksi menguat ke Rp16.800 per dolar AS.
Prabowo ungkap kerugian ekspor RI capai Rp15.400 triliun akibat praktik curang seperti under-invoicing dan manipulasi data.
Minum susu sebelum tidur punya manfaat untuk relaksasi, tapi bisa picu asam lambung dan kembung pada sebagian orang.
BBGRM Kulonprogo 2026 berakhir, swadaya warga tembus Rp16,6 miliar. Infrastruktur dan pemberdayaan jadi fokus utama.