Lulusan Asal Kamboja Dinyatakan Positif Covid-19, UGM Lakukan Tracing

Ilustrasi. - Freepik
02 Agustus 2020 06:47 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, DEPOK--Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan tracing kontak setelah salah satu satu lulusannya terkonfirmasi positif Covid-19. Seorang lulusan asal Kamboja itu diketahui sempat memasuki lingkungan kampus untuk mengambil ijazah.

Ketua Satgas Covid-19 UGM Rustamadji menuturkan lulusan UGM tersebut berasal dari Kamboja. Ia baru saja menyelesaikan studi dari prodi Magister Teknik Kimia di Fakultas Teknik UGM pada bulan Juli 2020. "Lulusan tersebut dinyatakan positif Covid-19 setelah hasil swab yang dia lakukan di Kamboja keluar," kata Rustamadji pada Sabtu (1/8/2020).

BACA JUGA : Sumber Penularan Tenaga Medis RSA UGM yang Positif

Sebelum kembali ke negara asalnya, alumnus tersebut diketahui sempat mengunjungi kampus untuk mengambil ijazah. Oleh karena itu, saat ini Satgas Covid-19 UGM melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang memiliki kontak erat dengannya baik tenaga kependidikan, mahasiswa, maupun teman satu indekos.

"Kami masih melakukan pemeriksaan dengan rapid test dan pelacakan dengan siapa saja dia pernah melakukan kontak sebelum kembali ke Kamboja setelah kelulusannya," imbuhnya.

Penelusuran kontak ini, lanjut dia, dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus corona di UGM. Pihaknya juga akan merekomendasikan fakultas untuk menutup layanan kampus selama tiga hari guna mendisinfeksi ruangan di kampus.

BACA JUGA : Kapan Pandemi Covid-19 Berakhir? Ini Prediksi Terbaru 

"Saat ini masih dalam tahap pemeriksaan, Senin [3/8/2020] depan data baru keluar. Apabila nantinya ada yang dinyatakan positif kita akan lakukan isolasi di tempat yang sudah disediakan oleh universitas," terangnya.

Rustamadji meminta kepada seluruh sivitas UGM untuk tetap tenang, namun terus meningkatkan kewasapadaan. Selain itu, lanjutnya, disiplin diri untuk mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah juga perlu diterapkan, seperti menjaga jarak, memakai masker, rajin mencuci tangan, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Rustamadji juga menanggapai kabar yang beredar terkait tutupnya pelayanan di Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM dan Klinik Gadjah Mada Medical Center (GMC) karena diisukan ada pegawai yang terinfeksi virus corona.

Ia menjelaskan bahwa RSA UGM maupun GMC menutup layanan poliklinik dan rawat jalan dalam rangka memperingati Hari Raya Iduladha 1441 H. "Tutupnya pelayanan karena memperingati Iduladha, bukan karena hal lain," kata dia.

Meski begitu, pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap pegawai di RSA UGM dan GMC. "Hasilnya baru keluar Senin [3/8]," imbuhnya.