Rawan Terpapar Covid-19, Tenaga Kesehatan Diimbau Tak Abaikan Protokol Kesehatan

Petugas Dinas Kesehatan Kota Jogja meneliti sampel darah para pedagang dalam tes cepat atau Rapid Diagnostic Test (RDT) Covid-19 di Pasar Beringharjo, Jogja, Rabu (03/06/2020). - Harian Jogja/Desi Suryanto
03 Agustus 2020 07:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI–Sedikitnya 24 tenaga kesehatan di Gunungkidul terinfeksi virus corona. Mereka diimbau tidak lalai dalam menerapkan protokol kesehatan sehingga penularan corona bisa dicegah.

Kepala Puskesmas I Playen, Jolanda Barahama mengatakan, hingga saat ini belum ada tenaga kesehatan yang terinfeksi corona. Meski demikian, seluruh pegawai yang berjumlah 53 orang sudah diambil tes swab sebanyak 51 orang.

“Kita masuk rentan terpapar virus corona sehingga sudah diambil uji specimen. Hanya saja, hingga saat ini [kemarin] masih menunggu hasilnya,” katanya kepada Harianjogja.com, Minggu (2/8/2020).

BACA JUGA : Begini Riwayat Tenaga Kesehatan Asal Sleman yang 

Menurut dia, risiko yang rentan terinfeksi sudah dilakukan antisipasi, baik pada saat pelayanan maupun pelaksanaan standarisasi protokol kesehatan bagi pegawai. Khusus layanan kesehatan, kata Jolanda, pihaknya sudah memisahkan akses keluar masuk. Selain itu, pelayanan juga dibedakan antara pasien infeksi dan noninfeksi. “Untuk infeksi layanan di luar ruangan,” katanya.

Jolanda menggungkapkan, antisipasi tidak hanya dilakukan dengan memisahkan ruangan pemeriksaan, namun para petugas juga dilengkapi dengan alat pelindung diri yang maksimal. Secara ketersediaan, ia mengaku tidak masalah karena stok masih sangat mencukupi.

“Tidak hanya pakai APD, tapi sebelum pulang, tenaga kesehatan diwajibkan mandi serta meninggalkan baju kedinasan sehingga saat pulang benar-benar menggunakan pakaian yang bersih karena belum terpakai,” katanya.

BACA JUGA : Pemerintah Sebut Hampir 70 Tenaga Kesehatan di DIY 

Menurut dia, hingga sekarang belum ada pasien atau tenaga kesehatan di Puskesmas I yang terpapar virus corona. “Kita terus ingatkan tentang protokol kesehatan pencegahan corona baik kepada tenaga medis maupun pasien yang periksa,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, hingga sekarang sudah ada 24 tenaga kesehatan yang terinfeksi corona. Meski demikian, ia menilai penularan bukan karena kontak dengan pasien yang menjalani pemeriksaan.

“Dugaan penularan terjadi di luar fasilitas kesehatan. Baru setelah ada yang positif menularkan ke tenaga kesehatan lainnya,” kata Dewi.

Untuk pencegahan penularan di sektor medis sudah dilakukan beberapa cara. Selain menjamin stok kebutuhan APD, petugas medis juga masuk skala prioritas uji specimen melalui tes swab. “Masih berlangsung,” katanya.

BACA JUGA : 8 Tenaga Kesehatan di Gunungkidul Terinfeksi Corona

Dewi pun mengingatkan, penerapan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan bukan hanya untuk masyarakat, namun petugas medis juga wajib melaksanakannya. “Kalau lengah, maka potensi tertular semakin besar. Jadi, petugas kesehatan juga harus menjalankan protokol untuk mencegah penyebaran corona,” katanya.