Pilur Gunungkidul Digelar 26 September, Pemkab Minta Logistik Tuntas H-2
Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul digelar 26 September 2026. Pemkab meminta seluruh logistik, terutama surat suara, siap H-2.
Ilustrasi. /Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, WONOSARI – KPU Gunungkidul masih meneliti berkas dukungan perbaikan dari Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) independen. Penelitian dilakukan untuk memastikan tidak ada dukungan ganda baik di internal pasangan maupun antar pasangan.
Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, pihaknya masih melakukan verifikasi administrasi berkas dukungan perbaikan dari bapaslon independen. Rencananya penelitian itu bisa diselesaikan pada Selasa (4/8/2020). “Masih proses karena masih ada beberapa hari untuk menyelesaikan penelitian administrasi,” katanya, Minggu (2/8/2020).
BACA JUGA : Peluang Calon Independen Maju di Pilkada Gunungkidul
Dia menjelaskan, di dalam verifikasi data ada dua tahapan yang harus dilalui. Pertama, tim dari KPU akan memastikan kesesuaian data dalam e-KTP dengan surat dukungan. Tahapan ini, Hani mengakui sudah menyelesaikan sehingga dilanjutkan ke penelitian berikutnya. Adapun tahap kedua akan diteliti mengenai data kependudukan sudah masuk dalam Daftar Pemilih Tetap Pemilu 2019 atau Data Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4) pilkada.
Selain itu, didalam tahapan ini akan diteliti adanya potensi dukungan ganda, baik di internal maupun antar bapaslon. Menurut dia, pada saat verifikasi tahap pertama, KPU menemukan ada dukungan ganda antar pasangan yang mencapai 9.182 pendukung.
Di tahapan ini, KPU bisa menggugurkan bapaslon apabila jumlah akumulasi dukungan antara hasil verifikasi administrasi tahap dua dengan dukungan sah hasil verifikasi faktual tahap pertama tidak memenuhi syarat minimal sebanyak 45.443 pendukung. Sebagaimana diketahui hasil verifikasi faktual tahap petama, bapaslon Anton Supriyadi-Suparno memiliki dukungan sah sebanyak 26.804 pendukung. Sedangkan bapaslon Kelick Agung Nugroho-Yayuk Kristiyawati memperoleh dukungan sah sebanyak 21.433 pendukung.
BACA JUGA : Bapaslon Independen di Gunungkidul Masih Belum Menyerah
“Memang belum ada yang memenuhi syarat sehingga diberikan kesempatan untuk perbaikan. Di tahapan verifikasi administrasi tahap dua ini, apabila jumlah dukungan sah tidak memenuhi syarat minimal maka akan langsung gugur. Tapi, kalau bisa memenuhi maka bisa lanjut ke tahapan verifikasi faktual di masa perbaikan,” katanya.
Anggota KPU Gunungkidul, Rohmad Qomarudin mengatakan, di masa perbaikan dukungan, bapaslon Anton Supriyadi-Suparno diwajibkan menyerahkan sebanyak 37.278 dukungan. Namun pasangan ini menyerahkan sebanyak 40.349 pendukung.
“Setelah kami teliti berkas yang dinyatakan lengkap ada 39.627 pendukung dan yang tak lengkap ada 722 pendukun. Jumlah ini melebihi ketentuan sehingga akan lanjut ke tahap berikutnya,” kata Hani.
Hal yang sama juga terjadi pada bapaslon Kelick Agung Nugroho-Yayuk Kristiyawati. Hasil dari verifikasi faktual tahap pertama, KPU mengharuskan perbaikan minimal 48.020 dukungan. Namun demikian, pada saat penyerahan perbaikan, pasangan ini menyerahkan sebanyak 51.021 penduking.
“Pada saat dicek yang memenuhi syarat ada 50.472 pendukung dan yang tidak memenuhi syarat sebanyak 549 pendukung,” ungkapnya.
Menurut dia, untuk bisa maju sebagai bakal calon, kedua pasangan harus dapat memenuhi syarat minimal dukungan. Namun apabila saat verifikasi administrasi maupun faktual ternyata dukungan kurang dari 45.443 pendukung, maka otomatis akan gugur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul digelar 26 September 2026. Pemkab meminta seluruh logistik, terutama surat suara, siap H-2.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.