Kantor Imigrasi Yogyakarta Terapkan Budaya Pelayanan Prima

Pelatihan budaya pelayanan prima melalui webinar kepada seluruh pegawai Kantor Imigrasi pada Kamis, 30 Juli 2020. - Istimewa
04 Agustus 2020 14:37 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Kamis (30/7/2020) Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta sebagai salah satu penyelenggara pelayanan publik memiliki komitmen dan janji kepada masyarakat untuk memberikan pelayanan baik yang sesuai dengan prosedur, dengan menekankan kepada kepastian persyaratan, kepastian waktu serta kepastian biaya. Sebagai salah satu cara untuk meningkatkan pelayanan Kantor Imigrasi Yogyakarta mengadakan pelatihan budaya pelayanan prima melalui webinar kepada seluruh pegawai Kantor Imigrasi pada Kamis, 30 Juli 2020 yang bertempat di aula Kantor Imigrasi Yogyakarta dengan menghadirkan pakar pelayanan prima sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut.

Dalam kegiatan tersebut Kepala kantor Imigrasi Yogyakarta, Andry Indrady, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang memang dipersyaratkan didalam persyaratan untuk mendapatkan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), semoga kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan kepada pegawai Kantor Imigrasi Yogyakarta dan dapat diimplementasikan ke dalam kegiatan pelayanan setiap hari kepada masyarakat.

Di masa sekarang ini Kantor Imigrasi Yogyakarta sebagai salah satu penyelenggara pelayanan publik berkewajiban dituntut untuk melayani masyarakat secara transparan sesuai dengan intruksi dari Presiden Jokowi, berdasarkan Lembaga pengawas penyelenggara pelayanan publik Ombudsman RI. menilai Indonesia tertinggal jauh dan sangat kurang dalam hal kualitas pelayanan publik yang akan secara langsung mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia, peringkat pelayanan publik Indonesia saat ini berada di urutan 129 dari 188 negara di dunia.

Pakar Pelayanan Publik dari Bank Nasional Indonesia (BNI), Desi Karmila menjelaskan bahwa untuk perbaikan kualitas layanan kedepannya ada beberapa hal yang harus kita ketahui yaitu diperlukan standar pelayanan berupa prosedur, waktu dan biaya sehingga akan terciptanya Service Excellence.

“Saat ini di era digitalisasi masyarakat sangat cepat merespon apa yang kita sampaikan terkait pelayanan publik, dan kita sebagai penyelenggara pelayanan publik diperlukan strategi untuk menciptakan Service Excellence, ,jelas Desi.

Dalam kesempatan itu narasumber juga memaparkan terkait Customer Experience, Sikap layanan dari awal sampai mengakhiri layanan serta gangguan layanan yang menyebabkan komplain masyarakat dan bagaimana penangananya, dan berharap Kantor Imigrasi Yogyakarta dapat meberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat jogja dan mendapat predikat wilayah bebas dari korupsi pada tahun ini.

Di akhir kegiatan Kepala Kantor Imigrasi mengatakan bahwa pelayanan masyarakat harus dari hati dan harusnya pegawai Kantor imigrasi Yogyakarta berbahagia karena dapat melayani masyarakat. “Dan melakukan pekerjaan yang sangat mulia serta akan menjadi kebaikan bagi seluruh pegawai Kantor Imigrasi Yogyakarta,” ujar Adry. (*)