56.000 Peserta BPJS Diaktifkan Lagi, Pemkab Gunungkidul Tambah Anggaran
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Ilustrasi Jembatan/JIBI
Harianjogja.com, PLAYEN--Pemkab Gunungkidul mewacanakan membangun jembatan penghubung Gunungkidul-Bantul tepatnya yang menghubungkan Kalurahan Banyusoco, Playen dengan Kecamatan Dlingo. Akses ini diharapkan mengeliatkan sektor perekonomian di kawasan tersebut.
Kepala Sub Bidang Lingkungan Hidup dan Pekerjaan Umum, Bidang Fisik dan Prasarana, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, Nurudin Araniri mengatakan, akses Banyusoco-Dlingo masih sebatas perencanaan. Meski demikian, sudah ada upaya survey lokasi untuk memantapkan dalam pelaksanaan program.
BACA JUGA : Kunjungan ke Wisata Mangunan Bantul Mulai Menurun
“Beberapa waktu lalu sudah survey sebagai tindak lanjut pembangunan jalan penghubung Banyusoco-Dlingo,” kata Nurudin, Senin (3/8/2020).
Menurut dia, di kawasan ini memiliki lokasi yang strategis karena berdekatan dengan lokasi destinasi wisata Air Terjun Srigetuk. Meski demikian, kondisi jalan masih belum sempurna karena akses dari sisi barat masih harus memutar dikarenakan terhalang aliran Kali Oya. Untuk itu, kata Nurudin, ada wacana membangun akses penghubung antara Gunungkidul-Bantul di Kalurahan Banyusoco.
“Masih dimatangkan perencanaannya. Sedangkan untuk pembangunan, kami akan ajukan bantuan ke Pemerintah DIY,” ungkapnya.
Nurudin mengatakan, untuk pembangunan jalan penghubung ini ada dua lokasi alternatif. Pertama lokasinya berada di dekat Balai Kalurahan Banyusoco. Sedangkan lokasi kedua berada di sisi utara Kalurahan Banyusoco, tepatnya berjarak dua kilometer dari balai kalurahan.
“Masing-masing punya keunggulan, tapi untuk lokasi pastinya masih butuh kajian,” katanya.
BACA JUGA : Jelang New Normal, Bantul Buka Wisata Baru di Perbukitan
Ditambahkan dia, wacana pembangunan jalan penghubung merupakan salah satu upaya meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Pasalnya, selama ini akses kedua wilayah terputus karena terhalang aliran Kali Oya.
“Dengan adanya akses penghubung, maka akomodasi lebih mudah sehingga berdampak positif terhadap masyarakat sekitar,” katanya.
Lurah Banyusoco, Playen, Damanhuri mengatakan, pihaknya sudah mengetahui tentang wacana pembangunan jembatan penghubung Banyusoco-Dlingo. Bahkan, lanjut dia, saat survei lokasi sempat mengantarkan tim dari kabupaten untuk melihat calon lokasi jembatan yang akan dibangun.
“Saya mengantarkan sendiri,” katanya.
Damanhuri mengaku mendukung upaya pembanguann. Hanya saja, ia mengingatkan agar prosesnya dilakukan kajian dengan matang, khususnya menyangkut masalah kebencanaan. Pasalnya, setiap tahun di aliran Kali Oya sering terjadi banjir besar sehingga harus ada antisipasi agar jembatan tidak mudah rusak. “Mitigasi bencana sangat penting sehingga kajian harus matang agar jembatan tidak mudah rusak pada saat terjadi banjir tahunan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Kelompok tani di Jogja memanfaatkan galon bekas untuk menanam padi, sayuran dan ikan lele sebagai solusi pertanian di lahan perkotaan yang terbatas.
Anak sapi berkaki dua lahir di Selopamioro, Imogiri, Bantul. Pemilik harus memerah susu induknya dan memberikannya melalui dot.
Gapura sekaligus TPR Pantai Baru Bantul ditargetkan rampung November 2026, mengusung konsep wisata kuliner seafood dengan ikon udang dan kepiting.
Indonesia menang 2-0 atas Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026 lewat gol Ragnar Oratmangoen dan Ole Romeny.
Polri menangkap buron judi online FP di Thailand dan memulangkannya ke Indonesia. Kasus ini terkait tiga situs dengan transaksi Rp1 triliun.