Ini Satu-satunya Kecamatan di Gunungkidul yang Masih Bebas Virus Corona

Puluhan pegawai di Kapanewon Girisubo antre untuk melakukan rapid test Corona di kantor kapanewon, Selasa (4/8/2020). - Istimewa
04 Agustus 2020 17:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kapanewon Girisubo menjadi satu-satunya wilayah yang belum tersentuh kasus positif corona di Gunungkidul. Sementara itu, 17 kapanewon atau kecamatan lainnya sudah tepapar dan Tepus menjadi wilayah terbaru yang mencatatkan kasus perdana Corona.

Menurut data Dinas Kesehatan Gunungkidul, hingga Selasa (4/8/2020) sudah ada 116 kasus positif di kabupaten tersebut. Jumlah ini tersebar di 17 kapanewon. Kasus terbanyak berada di Kapanewon Wonosari dengan 33 kasus positif. Kasus positif terbanyak kedua di Kapanewon Karangmojo dengan jumlah 19 orang teinfeksi corona. Sementara itu, Kapanewon Girisubo menjadi wilayah di Gunungkidul yang masih bebas virus corona.

BACA JUGA: Investor Berencana Bangun Kereta Gantung di Perbukitan Menoreh Kulonprogo, Rutenya 2 Km

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, pada Selasa ini ada tiga tambahan kasus baru pasien positif Covid-19. Salah satu pasien adalah tenaga kesehatan yang berasal dari Kapanewon Tepus. Dengan demikian, kecamatan ini mencatatkan kasus perdana penularan corona. Dua pasien lain berasal dari Kapanewon Rongkop dan Playen.

“Penyebabnya masih kita telurusi. Kasus ini muncul berdasarkan hasil tes swab massal yang dilakukan terhadap petugas medis,” kata Dewi, Selasa kemarin.

BACA JUGA: Corona di DIY Melonjak, Pemda Bersiap Buka Shelter

Saat ini, jumlah positif Corona di Gunungkidul sebanyak 116 kasus. Sebanyak 85 pasien dinyatakan sembuh, tiga orang meninggal dunia, sedangkan 28 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit. “Untuk kesembuhan hari ini [kemarin] ada tambahan empat orang,” katanya.

Panewu Anom Girisubo, Arif Yahya, mengatakan belum ada kasus penyebaran virus Corona di wilayahnya. Meski demikian, ia berharap kepada masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan mencegah corona. "Untuk antisipasi kami juga sudah melakukan rapid test pegawai di kapanewon. Total ada 43 orang dan hasilnya nonreaktif semuanya," kata Arif.