Imbas Kebakaran, RS Bethesda Lempuyangwangi Tutup Sementara

Kondisi RS Bethesda Lempuyangwangi pada Selasa (4/8/2020) pasca insiden kebakaran. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
05 Agustus 2020 00:17 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Simpang siur informasi yang beredar menyangkut insiden kebakaran yang menimpa RS Bethesda Lempuyangwangi pun akhirnya dijawab oleh pihak rumah sakit. Terkini, dampak kebakaran menyebabkan seluruh aktivitas operasional rumah sakit terpaksa dihentikan.

Staf Humas RS Bathedsa Lempuyangwangi, Kristianti Ananda mewakili rumah sakit dan manajemen menyebutkan bahwa akibat insiden kebakaran, seluruh aktivitas pelayanan rumah sakit terpaksa dihentikan sementara.

Baca juga: Ditangkap di Sleman, Sejumlah Orang Iklankan Layanan Jasa Penggandaan Uang di Medsos

"Semua layanan kami off dulu, satu rumah sakit sampai waktu yang belum ditentukan karena kami masih berbenah," jelasnya ditemui di RS Bethesda Lempuyangwangi pada Selasa (4/8/2020).

Sebelummya salah satu ruangan di RS Bathedsa Lempuyangwangi terbakar pada Senin (3/8/2020) malam. Kristianti menceritakan, kejadian bermula sekitar 18.16 WIB, kepulan asap keluar dari ruang recovery room nomor empat yang terletak di kamar bedah. "Jadi ruang kamar bedah itu ada beberapa ruang, sumbernya itu di ruang recovery room," ujarnya.

"Ada asap keluar dari ruang recovery room tapi kondisinya sudah kosong tidak ada pasien operasi atau pelayanan," terang Kristianti.

Baca juga: Kawasan Seksi, Desa Tirtoadi Jadi Titik Pertemuan Tiga Tol di DIY

Pihak rumah sakit pun lantas menjalankan Standar Prosedur Operasional (SPO) Kebakaran, salah satunya dengan memadamkan seluruh aliran listrik di rumah sakit. Para karyawan rumah sakit pun mencoba memadamkan api dengan alat pemadam yang dimiliki hingga akhirnya bantuan datang melalui tiga unit damkar yang masuk dari pintu barat dan dua mobil damkar dari pintu selatan. "Karena harus dari dua sisi, karena lokasinya [ruang terbakar] ada di tengah," imbuhnya.

Dijelaskan Kristianti, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.00 WIB. Dugaan sementara kebakaran disebabkan oleh adanya hubungan arus listrik. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun menimbulkan kerugian material. "Untuk kerugiannya material dan itu belum kita hitung, belum kita pastikan berapa," jelasnya.

Adapun kerugian materi yang ditimbulkan dari musibah tersebut menyasar pada beberapa alat-alat non-medis seperti Air Conditioner (AC), partisi bilik (ada empat bilik), kasur, jendela, limen, hingga plafon ruangan. "Alat kesehatan semua dievakuasi tidak ada yang rusak, segera dipindahkan sehingga tidak ada kerugian alat," terang Kristianti.

Ditambahkan oleh Kristianti, ruang recovery room berisi limen dan alat-alat operasi, sehingga tidak ada dokumen-dokumen rumah sakit yang terbakar.

Saat insiden terjadi ada delapan pasien yang dirawat di RS Bethesda Lempuyangwangi. Kristianti menyebutkan bahwa saat kejadian semua pasien yang rawat inap sudah segera dievakuasi ke RS Bathedsa yang terletak di Jln. Sudirman. "Sudah diamankan di sana, untuk pasien yang membutuhkan pelayanan segera, memang di handle Bathedsa Sudirman," jelasnya.

Dia menambahkan bahwa kapasitas RS Bathedsa Lempuyangwangi sendiri dapat 42 bed, namun pada saat insiden kebetulan jumlah pasien hanya sedikit.

Berdasarkan keterangan Kristianti seluruh pasien yang dirujuk bukan pasien Covid-19. Pasalnya RS Bethesda Lempuyangwangi bukan termasuk rumah sakit rujukan Covid-19. "Jika ada pasien PDP atau suspek pasti kita rujuk," ujarnya.

Insiden ini membuat RS Bethesda Lempuyangwangi tutup sementara, segala aktivitas dari rawat jalan, rawat inap, secara total dihentikan sementara, bahkan IGD juga kosong. Listrik di rumah sakit pun masih dipadamkan. Sejauh ini pihaknya masih sibuk membersihkan area rumah sakit berbenah, kecuali menyentuh TKP kebakaran yang masih dipasangi Police Line.

"Kalau ditanya kapan bisa buka normal lagi, kami berharap secepatnya, untuk layanan seperti IGD, rawat jalan, dan penunjang, kalau untuk ruang operasi butuh waktu karena butuh renovasi," ujarnya.

Komandan Pemadam Kebakaran, Dinas Kebakaran Kota Jogja, Iskandar yang ditemui saat insiden kebakaran menyebut butuh waktu kurang lebih setengah jam untuk memadamkan api dan lebih dari satu jam untuk melakukan pendinginan di areal yang terbakar.