Belakangan Mengeluh Sesak Napas, Seorang Karyawan Toko di Pakualaman Ditemukan Sudah Jadi Mayat

Ilustrasi mayat - Ist/Okezone
10 Agustus 2020 17:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Seorang mayat pria paruh baya ditemukan di sebuah toko yang berada di Jalan Sultan Agung, Pakualaman, Jogja pada Senin (10/8/2020). Sebelumnya, korban mengeluhkan sakit di bagian dadanya.

Kapolsek Pakualaman, Kompol Aslori mengatakan jika identitas mayat pria sendiri bernama Sunarto, 52, warga Kediri, Jawa Timur. Sunarto sendiri bekerja sebagai karyawan yang biasanya bertugas di sebuah toko yang berada di Jalan Sultan Agung, Pakualaman, Jogja dimana ia mengembuskan napas terakhirnya.

"Penemuan mayat sendiri pertama kali diketahui oleh salah satu karyawan toko bernama Meri Yunita. Kejadian penemuan mayat sendiri pada pukul 08.00, Senin (10/8/2020)," ujar Kompol Aslori, Senin.

Adapun, kronologi penemuan mayat Sunarto sendiri berawal dari sekitar pukul 06.15 pagi. Meri Yunita datang ke toko dan langsung masuk ke toko tanpa ada kecurigaan apapun. Tetapi, ketika ia mencoba membuka pintu tercium bau busuk dari dalam. Ia berfikir bahwa bau busuk tersebut berasal dari bangkai tikus mati.

Sementara itu, ia mengira jika petugas jaga malam atau korban masih tidur. Selanjutnya, saksi langsung bersih-bersih ruang belakang dan sekitar jam 08.00 WIB saksi bermaksud mau membangunkan Sunarto atau korban.

"Namun, ketika didekati ternyata dari korban mengeluarkan bau busuk. Saksi kemudian menghubungi karyawan toko lainnya dan petugas parkir toko. Setelah itu, mereka melihat bersamaan dan diketahui Sunarto selaku penjaga malam toko sudah meninggal dunia," terangnya.

Berdasarkan catatan dari keterangan saksi Meri Yunita, Sunarto tidak pernah merasa mengeluh sakit. Almarhum juga sudah bekerja di toko tersebut hampir 25 tahun. Namun, berdasarkan saksi lainnya yakni Dimas Bagus, setiap malam korban pasti minum kopi di warung angkringan sebelah timur toko.

"Sambil minum kopi korban mijat teman-temannya yang ada di sekitar toko. Terakhir, saksi Dimas Bagus ketemu pada malam Sabtu (8/8/2020) jam 20.00 malam saat saksi dipijat korban dan saat itu pula korban mengeluh dadanya kadang sakit atau sesak," tutupnya.

Petugas juga melakukan upaya evakuasi korban dengan menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19 dengan memakai alat pelindung diri (APD) lengkap.

"Korban dievakuasi oleh petugas PMI untuk kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Jogja. Semua petugas memakai pakaian APD sesuai protokol Covid-19," tutupnya.