Viral Persahabatan Siswa SMK Bantul, Alif Dapat Laptop dari Alumni
Video siswa SMK Muhammadiyah 1 Bantul memberi sepatu kepada temannya viral. Seorang alumni kemudian memberikan laptop untuk mendukung belajar Alif.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL- Pemerintah Kabupaten Bantul akan menjadwal ulang tahapan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak 2020. Hal ini menyusul adanya surat Menteri Dalam Negeri Nomor 141/ 4528/ SJ, tertanggal 10 Agustus 2020 tentang Penundaan Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Serentak dan Pemilihan Kepala Desa Antarwaktu atau PAW.
Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Desa, Sekretariat Daerah Bantul, Kurniantoro mengatakan Pemkab Bantul sebenarnya sudah mengambil langkah penundaan sejak merebaknya Coronavirus Disease atau Covid-19 di Bantul.
Baca juga: Kampus di Jogja Tunggu Turunnya Aturan Kuliah Tatap Muka
Pilkades serentak yang awalnya digelar Juni ditunda sampai selesai penyelenggaraan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (Pilkada) 2020. Pilkada sudah terjadwal pada 9 Desember mendatang, maka Pilkades dimungkinkan digelar setelahnya.
"Kebijakan adanya penundaan [berdasatkan surat mendagri] ini justeru Bantul sudah menyadari sebelumnya. Dari kemarin kajiannya pilurdes [pilkades] digelar setelah pilkada," kata Kurniantoro, saat dihubungi Senin (10/8/2020).
Meski rencana pilkades serentak digelar pascapilkada, Kurnintoro belum bisa memastikan tanggalnya. Pemkab, kata dia, masih berhitung soal situasi setelah pilkada dan juga berhitung soal kasus Covid-19 di Bumi Projotamansari.
Baca juga: Mahasiswi Asal Padang Ditabrak Mobil di Fly Over Janti, Pelaku Kabur
Sebab, kata dia, setelah pencoblosan pilkada 9 Desember mendatang juga masih ada tahapan penghitungan dan juga waktu misalnya, sanggahan jika terjadi. Dengan demikian coblosan pilkades bisa dilakukan tahun ini atau tahun depan.
Rencana penyelenggaraan pilkades serentak setelah pilkada juga sudah tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup). "Dalam klausul Perbup berbunyi, coblosan masih bisa berubah jika Covid-19 masih belum memungkinkan dan tahapan pilkada belum selesai. Nanti akan dijadwalkan ulang," papar Kurniantoro.
Kendati demikian pihaknya berupaya agar pilkades serentak bisa digelar setelah pilkada dan masih dalam tahun ini. Sebelumnya ia mengatakan bahwa rencana pilkades tahun ini alasannya karena terkait penganggaran. Jika ditunda sampai tahun depan konsekuensinya harus menunggu pilkades serentak 2022 yang akan datang.
Pelaksana Tugas Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Bantul, Hermawan Setiaji optimistis pilkades serentak bisa dilakukan tahun ini setelah pilkada. Namun dalam beberapa kesempatan, Hermawan juga mengungkapkan bahwa pilkades serentak harus mengacu pada protokol kesehatan Covid-19.
Pihaknya juga membuka opsi untuk menunda pilkades jika penularan Covid-19 di Bantul meningkat. "Intinya kami akan mengutamakan faktor kesehatan masyarakat," kata Hermawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Akses wisata Gunung Bromo ditutup total mulai 8 Agustus 2026 akibat kebakaran. Luas area terbakar mencapai 176 hektare dan api menuju B29.
Seskab Teddy Indra Wijaya menegaskan Sekolah Rakyat memberi akses pendidikan layak bagi lebih dari 43 ribu anak hingga Agustus 2026.
Profil Jorge Messi, ayah sekaligus manajer Lionel Messi yang berperan dalam karier, kontrak, bisnis, hingga perjalanan Messi ke Barcelona.
PSS Sleman menang 1-0 atas Kendal Tornado FC. Pieter Huistra puas memberi menit bermain 45 menit kepada dua komposisi tim berbeda.
Penembakan terjadi sekitar 500 meter dari pintu masuk FBLB 2026 di Walesi. Dua warga sipil terluka dan dirawat di RSUD Wamena.