Biaya Haji 2027 Masih Dikaji, Istana Belum Putuskan Kenaikan
Istana menyatakan biaya haji 2027 belum diputuskan. Pemerintah masih menghitung kebutuhan penyelenggaraan sambil mengevaluasi pelaksanaan haji 2026.
Salah satu sudut Jembatan Bedingin yang jadi target vandalisme. /Harian Jogja-Hery Setiawan\n\n
Harianjogja.com, SLEMAN- Aksi vandalisme terjadi di Sleman. Kali ini Jembatan Bedingin yang berlokasi di Kelurahan Sumberadi, Kecamatan Mlati, Sleman jadi targetnya. Padahal, jembatan tersebut belum lama dicat.
Saat ditinjau ke lokasi terdapat beberapa coretan cat semprot atau pilox pada jembatan berwarna hijau tersebut. Coretannya bertuliskan “Bosse 22” dan “Smick 22”.
Baca juga: Tes Corona Bikin Mahasiswa Dilema
Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Pemukiman [DPUPKP] Sleman, Ahmad Subhan menyayangkan aksi vandalisme terhadap Jembatan Bedingin. Pasalnya, jembatan tersebut baru saja selesai dicat sekitar dua pekan yang lalu.
Pembangunan serta perbaikan fasilitas umum, katanya berasal dari pajak yang dibayar oleh warga Sleman. Tentu saja keberadaanya mesti dijaga dengan baik. Tindakan vandalisme seperti itu ia minta jangan kembali terulang. Tak cuma pada jembatan, tapi berlaku juga untuk infrastruktur lainnya.
Butuh peran serta warga sekitar dalam upaya melindungi infrastruktur publik agar terhindar dari target vandalisme. Sebab, kata Subhan, pembangunan yang bersumber dari uang warga akan kembali menjadi milik warga. Menjadi cukup sulit bila hanya mengandalkan pengawasan dari petugas
“Itu [Jembatan Bedingin] bukan punya PU, tapi punya warga. Jadi mesti dijaga dengan baik. Kalau ada yang melakukan seperti itu ditegur saja,” kata Subhan, Senin, (10/8/2020).
Baca juga: Duit BLT Rp600.000 untuk Buruh di DIY Cair September
Agar tidak terkesan kumuh, rencananya DPUPKP Sleman akan mengecat ulang Jembatan Bedingin.
Senada dengan Subhan, Poyik, 25, warga Bedingin, Kelurahan Sumberadi, Sleman turut menyayangkan aksi vandalisme terhadap jembatan yang menghubungkan wilayah Mlati dan Seyegan tersebut.
Kepada Harianjogja.com, Poyik mengatakan bahwa coretan yang bertuliskan “Bosse 22” dan “Smick 22” tersebut mengacu pada nama geng sekolah. Besar kemungkinan mereka pelaku aksi vandalisme itu. “Kalau dilihat dari tulisannya pelakunya geng sekolah atau enggak alumninya,” kata laki-laki yang berprofesi sebagai guru tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Istana menyatakan biaya haji 2027 belum diputuskan. Pemerintah masih menghitung kebutuhan penyelenggaraan sambil mengevaluasi pelaksanaan haji 2026.
Gerakan pengendalian hama tikus digelar di Tirtoadi, Sleman, mencakup 70 hektare sawah. Baznas turut menyalurkan 75 paket sembako bagi petani.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 20 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 dengan 12 perjalanan setiap hari.
LPPOM mengingatkan Kolesom Jumbo dengan kandungan alkohol 19,7% tergolong khamr jika informasi tersebut benar dan tidak memenuhi ketentuan halal.
Harga oli kendaraan naik pada Juli 2026. Simak daftar terbaru Pertamina Fastron, Enduro, Shell Helix, dan Shell Advance beserta penyebabnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 20 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Jogja hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 dengan 15 perjalanan setiap hari.