283.270 Kasus ISPA Tercatat, Ini 5 Kota dengan Udara Terburuk
Sebanyak 283.270 kasus ISPA tercatat hingga 13 Oktober 2026. Simak lima kota dengan kualitas udara terburuk dan cara melindungi kesehatan.
Salah satu sudut Jembatan Bedingin yang jadi target vandalisme. /Harian Jogja-Hery Setiawan\n\n
Harianjogja.com, SLEMAN- Aksi vandalisme terjadi di Sleman. Kali ini Jembatan Bedingin yang berlokasi di Kelurahan Sumberadi, Kecamatan Mlati, Sleman jadi targetnya. Padahal, jembatan tersebut belum lama dicat.
Saat ditinjau ke lokasi terdapat beberapa coretan cat semprot atau pilox pada jembatan berwarna hijau tersebut. Coretannya bertuliskan “Bosse 22” dan “Smick 22”.
Baca juga: Tes Corona Bikin Mahasiswa Dilema
Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Pemukiman [DPUPKP] Sleman, Ahmad Subhan menyayangkan aksi vandalisme terhadap Jembatan Bedingin. Pasalnya, jembatan tersebut baru saja selesai dicat sekitar dua pekan yang lalu.
Pembangunan serta perbaikan fasilitas umum, katanya berasal dari pajak yang dibayar oleh warga Sleman. Tentu saja keberadaanya mesti dijaga dengan baik. Tindakan vandalisme seperti itu ia minta jangan kembali terulang. Tak cuma pada jembatan, tapi berlaku juga untuk infrastruktur lainnya.
Butuh peran serta warga sekitar dalam upaya melindungi infrastruktur publik agar terhindar dari target vandalisme. Sebab, kata Subhan, pembangunan yang bersumber dari uang warga akan kembali menjadi milik warga. Menjadi cukup sulit bila hanya mengandalkan pengawasan dari petugas
“Itu [Jembatan Bedingin] bukan punya PU, tapi punya warga. Jadi mesti dijaga dengan baik. Kalau ada yang melakukan seperti itu ditegur saja,” kata Subhan, Senin, (10/8/2020).
Baca juga: Duit BLT Rp600.000 untuk Buruh di DIY Cair September
Agar tidak terkesan kumuh, rencananya DPUPKP Sleman akan mengecat ulang Jembatan Bedingin.
Senada dengan Subhan, Poyik, 25, warga Bedingin, Kelurahan Sumberadi, Sleman turut menyayangkan aksi vandalisme terhadap jembatan yang menghubungkan wilayah Mlati dan Seyegan tersebut.
Kepada Harianjogja.com, Poyik mengatakan bahwa coretan yang bertuliskan “Bosse 22” dan “Smick 22” tersebut mengacu pada nama geng sekolah. Besar kemungkinan mereka pelaku aksi vandalisme itu. “Kalau dilihat dari tulisannya pelakunya geng sekolah atau enggak alumninya,” kata laki-laki yang berprofesi sebagai guru tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 283.270 kasus ISPA tercatat hingga 13 Oktober 2026. Simak lima kota dengan kualitas udara terburuk dan cara melindungi kesehatan.
Sebanyak 1,2 juta warga Indonesia turun dari kelas menengah pada 2025. Simak penyebab, data terbaru, dan tanda tekanan finansial.
Mahasiswa asing UGM melihat koleksi naskah kuno DPAD DIY, termasuk manuskrip 1816 beraksara Jawa dan berbahasa Belanda.
Guru Besar UMY Suswanta menjelaskan peran rekam jejak, integritas, dan kepercayaan masyarakat dalam menentukan pilihan pada Pilkades.
PLN menggabungkan PLN Electricity Services dan PLN Nusa Daya menjadi PLN Services. Perusahaan memastikan merger tidak disertai PHK.
Porprov Jateng XVII berlangsung 25–31 Oktober 2026, diikuti 7.999 atlet dari 35 kabupaten/kota sebagai persiapan menuju PON 2028.