Kemenhan Beri Santunan Rp50 Juta untuk Korban Latsarmil SPPI
Kemenhan beri santunan Rp50 juta bagi peserta SPPI yang meninggal, sekaligus evaluasi total sistem latihan militer.
Salah satu sudut Jembatan Bedingin yang jadi target vandalisme. /Harian Jogja-Hery Setiawan\n\n
Harianjogja.com, SLEMAN- Aksi vandalisme terjadi di Sleman. Kali ini Jembatan Bedingin yang berlokasi di Kelurahan Sumberadi, Kecamatan Mlati, Sleman jadi targetnya. Padahal, jembatan tersebut belum lama dicat.
Saat ditinjau ke lokasi terdapat beberapa coretan cat semprot atau pilox pada jembatan berwarna hijau tersebut. Coretannya bertuliskan “Bosse 22” dan “Smick 22”.
Baca juga: Tes Corona Bikin Mahasiswa Dilema
Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Pemukiman [DPUPKP] Sleman, Ahmad Subhan menyayangkan aksi vandalisme terhadap Jembatan Bedingin. Pasalnya, jembatan tersebut baru saja selesai dicat sekitar dua pekan yang lalu.
Pembangunan serta perbaikan fasilitas umum, katanya berasal dari pajak yang dibayar oleh warga Sleman. Tentu saja keberadaanya mesti dijaga dengan baik. Tindakan vandalisme seperti itu ia minta jangan kembali terulang. Tak cuma pada jembatan, tapi berlaku juga untuk infrastruktur lainnya.
Butuh peran serta warga sekitar dalam upaya melindungi infrastruktur publik agar terhindar dari target vandalisme. Sebab, kata Subhan, pembangunan yang bersumber dari uang warga akan kembali menjadi milik warga. Menjadi cukup sulit bila hanya mengandalkan pengawasan dari petugas
“Itu [Jembatan Bedingin] bukan punya PU, tapi punya warga. Jadi mesti dijaga dengan baik. Kalau ada yang melakukan seperti itu ditegur saja,” kata Subhan, Senin, (10/8/2020).
Baca juga: Duit BLT Rp600.000 untuk Buruh di DIY Cair September
Agar tidak terkesan kumuh, rencananya DPUPKP Sleman akan mengecat ulang Jembatan Bedingin.
Senada dengan Subhan, Poyik, 25, warga Bedingin, Kelurahan Sumberadi, Sleman turut menyayangkan aksi vandalisme terhadap jembatan yang menghubungkan wilayah Mlati dan Seyegan tersebut.
Kepada Harianjogja.com, Poyik mengatakan bahwa coretan yang bertuliskan “Bosse 22” dan “Smick 22” tersebut mengacu pada nama geng sekolah. Besar kemungkinan mereka pelaku aksi vandalisme itu. “Kalau dilihat dari tulisannya pelakunya geng sekolah atau enggak alumninya,” kata laki-laki yang berprofesi sebagai guru tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenhan beri santunan Rp50 juta bagi peserta SPPI yang meninggal, sekaligus evaluasi total sistem latihan militer.
Cek jadwal lengkap KRL Jogja–Solo Senin 6 Juli 2026. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan fleksibel dari Jogja ke Solo.
Portugal vs Spanyol di 16 besar Piala Dunia 2026. Oyarzabal percaya diri, cek prediksi skor dan susunan pemain.
Prabowo dan PM Singapura Lawrence Wong bertemu di Leaders’ Retreat 2026 Jakarta, bahas kerja sama strategis dan proyek bilateral.
Jokowi mulai safari politik ke sejumlah daerah usai Lampung. PSI jadi titik awal, partai lain ikut memberi respons.
Menpar dorong integrasi Pokdarwis dan koperasi untuk perkuat desa wisata, tingkatkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.