OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN - Sejumlah benda yang dicurigai sebagai bom rakitan ditemukan di loker Masjid Mujahidin Universitas Negeri Yogyakarta [UNY] pada Selasa (11/8/2020) pukul 09.00 WIB.
Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Deni Irwinsyah mengatakan berdasarkan penyelidikan dan hasil olah tempat kejadian perkara [TKP] tidak ditemukan indikasi membahayakan dari benda-benda tersebut.
Baca juga: Asyik! Pemerintah Perpanjang Diskon Tagihan Listrik hingga Desember 2020
Adapun, benda mencurigakan yang diduga sebagai bom rakitan itu terdiri dari rangkaian kabel dan penghitung waktu. Di tempat yang sama ditemukan juga sebuah amplop, tas, kotak rokok, dan sebuah kertas yang bertuliskan “BOM! BILA TERIAK MELAWAN MELEDAK BERSAMA”.
Soal kalimat bernada ancaman itu, Deni menerangkan pihak kepolisian masih melakukan kajian lebih dalam. Melaui keterangan saksi, barang bukti dan juga video yang tertangkap melalui kamera CCTV di sekitar lokasi, harapannya dapat ditemukan siapa orang yang meletakan benda-benda tersebut.
Baca juga: Ubur-ubur Api Kembali Muncul di Sepanjang Pantai Kulonprogo, Wisatawan Diimbau Waspada
“CCTV di sekitar kampus dan parkiran ada banyak. Kita coba buka tadi sudah kita back up semuanya. Semoga dari situ bisa kelihatan identitas orang yang meletakkan barang itu,” ujarnya.
Sebagai informasi, benda yang dikira bom tersebut mulanya ditemukan oleh Daris Cahyanto, 23, Takmir Masjid Mujahidin UNY. Saat itu ia tengah membersihkan loker penyimpanan barang. Kemudian, ia menumkan sebuah amplop berwarna coklat. Setelah dibuka, tak disangka, dibaliknya ada benda menyerupai bom rakitan beserta kertas bertuliskan kalimat ancaman.
Selepas itu Daris menghubungi seorang temannya yang bernama Riski Nugra. Keduanya lalu mengeluarkan benda-benda tersebut dari loker kemudian meletakkannya di area luar Masjid Mujahidin UNY. Temuan tersebut turut dilaporkan juga kepada petugas keamanan kampus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
KPK mengawasi program Makan Bergizi Gratis agar bebas korupsi. Anggaran MBG 2026 mencapai Rp268 triliun dan jadi sorotan.
Kemeriahan Laki Code kemudian ditutup dengan special performance dari DJ Paws dan Los Pakualamos yang memukau dari panggung utama
UII mengecam penangkapan relawan dan jurnalis dalam misi Global Sumud Flotilla menuju Gaza, termasuk alumnus UII asal Indonesia.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 20 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Lamine Yamal menargetkan rekor sebagai pemain Spanyol termuda yang mencetak hat-trick di Piala Dunia 2026 bersama La Roja.